• Artikel
  • Topik Hukum
    • Perusahaan & Bisnis
    • Pertanahan & Properti
    • Keluarga
    • HAKI
    • Pidana
    • Perdata
  • Tentang Kami
Membaca Memahami Asas Tidak Ada Pidana Tanpa Kesalahan
Konsultasi
Font ResizerAa
  • Bisnis
  • Perusahaan
  • Keluarga
  • Pidana
  • Perdata
  • Pertanahan
Search
  • Blog
  • Tentang Kami
  • Kontak
Ikuti Kami
  • Konsultasi Hukum
  • Legal HeroBaru
  • Toko Hukum
  • Hukumku Bisnis
  • Gabung Jadi Mitra
Copyright © 2026 PT. Teknologi Legal Bersama
General

Memahami Asas Tidak Ada Pidana Tanpa Kesalahan

By Afiyah Salma Hermaya S.H.
Terakhir Diperbarui November 26, 2025
4 Menit Baca
asas tidak ada pidana tanpa kesalahan
Bagikan

Asas tidak ada pidana tanpa kesalahan (geen straf zonder schuld) merupakan prinsip fundamental dalam hukum pidana yang menegaskan bahwa seseorang hanya dapat dipidana apabila ia memiliki kesalahan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Asas tersebut menjadi dasar keadilan dalam setiap proses pemidanaan dan berperan penting dalam menentukan apakah seseorang layak dimintai pertanggungjawaban pidana.

Daftar Isi
  • Makna Asas Tidak Ada Pidana Tanpa Kesalahan
  • Dasar Hukum dan Pengakuan Asas dalam Sistem Pidana Indonesia
  • Penerapan dalam Advokasi
  • Tantangan dan Diskursus Akademik
  • Tegakkan Prinsip Keadilan dengan Analisis Hukum yang Lebih Akurat

Makna Asas Tidak Ada Pidana Tanpa Kesalahan

Secara konseptual, asas ini menegaskan bahwa pemidanaan hanya dapat dijatuhkan apabila terdapat unsur kesalahan pada diri pelaku. Kesalahan dalam hukum pidana terdiri atas:

  • Dolus (kesengajaan): pelaku mengetahui akibat perbuatannya dan tetap melakukannya.
  • Culpa (kelalaian): pelaku seharusnya dapat memperkirakan akibat perbuatannya tetapi lalai untuk mencegahnya.

Sudarto dalam Hukum dan Hukum Pidana (1986) menyatakan bahwa unsur kesalahan merupakan pilar utama pertanggungjawaban pidana. Tanpa kesalahan, perbuatan yang melawan hukum tidak dapat dikenakan pidana, karena tujuan hukum pidana adalah memberikan keadilan, bukan sekadar menghukum.

Dasar Hukum dan Pengakuan Asas dalam Sistem Pidana Indonesia

Asas tidak ada pidana tanpa kesalahan memiliki dasar kuat dalam hukum positif dan doktrin hukum pidana, antara lain:

  • Pasal 44 KUHP: orang yang tidak mampu bertanggung jawab karena gangguan jiwa tidak dapat dipidana.
  • Pasal 1 ayat (1) KUHP: menegaskan asas legalitas yang berkaitan erat dengan prinsip kesalahan dalam pemidanaan.
  • Pasal 14 ayat (2) ICCPR: setiap orang harus dianggap tidak bersalah sampai terbukti kesalahannya menurut hukum.

Dalam literatur, Roeslan Saleh menekankan bahwa sistem hukum pidana modern tidak boleh mengabaikan aspek moral pertanggungjawaban. Seseorang tidak cukup “melakukan” perbuatan, tetapi harus “bersalah” untuk dapat dihukum.

Baca Juga

Kesalahan Umum dalam Penyusunan Gugatan yang Merugikan Klien
KUHAP & KUHP Baru: Ini Strategi Advokat Menangani Perkara
perbedaan advokat dan in-house counsel dan konsultan hukum
Jangan Sampai Keliru, Ini Perbedaan Peran Advokat, Konsultan Hukum, dan In-House Counsel

Penerapan dalam Advokasi

Asas ini memiliki penerapan penting dalam praktik advokasi, misalnya:

  • Dalam perkara kelalaian seperti kecelakaan lalu lintas, pembela dapat mempertanyakan apakah terdakwa benar-benar lalai atau menghadapi keadaan darurat.
  • Dalam pembelaan darurat (noodweer), terdakwa dapat menunjukkan bahwa tindakannya dilakukan untuk melindungi diri sehingga tidak ada kesalahan.
  • Dalam perkara yang melibatkan anak atau penyandang disabilitas mental, kondisi psikis menjadi faktor penting untuk menunjukkan bahwa terdakwa tidak dapat dimintai pertanggungjawaban penuh.
  • Dalam perkara pidana korporasi, advokat harus menilai siapa yang bertanggung jawab dan apakah terdapat mens rea pada pelaku.

Tantangan dan Diskursus Akademik

Meskipun asas ini telah lama diakui sebagai prinsip utama dalam hukum pidana, penerapannya menghadapi tantangan, terutama dengan berkembangnya model strict liability, di mana pelaku dapat dipidana tanpa perlu dibuktikan unsur kesalahan. Model ini banyak ditemukan dalam peraturan administratif, seperti:

  • Perlindungan konsumen
  • Kesehatan dan pangan
  • Lingkungan hidup
  • Ketenagakerjaan

Penerapan strict liability menimbulkan perdebatan karena dianggap bertentangan dengan asas geen straf zonder schuld. Hal ini menghadirkan dilema antara kepastian hukum, perlindungan masyarakat, dan prinsip keadilan substantif.

Baca Juga: Memahami Asas Hukum Pidana dalam KUHP Baru

Tegakkan Prinsip Keadilan dengan Analisis Hukum yang Lebih Akurat

Pemahaman yang mendalam mengenai asas tidak ada pidana tanpa kesalahan sangat penting dalam pembelaan perkara pidana. Dengan kompleksitas dokumen dan yurisprudensi yang terus berkembang, advokat memerlukan alat riset hukum yang cepat dan akurat.

Legal Hero AI dapat digunakan untuk menemukan yurisprudensi, peraturan, dan literatur hukum yang relevan guna memperkuat argumentasi hukum secara efektif. Dengan dukungan teknologi riset hukum modern, setiap langkah pembelaan dapat disusun secara lebih terarah dan profesional.

Platform Riset Hukum Berbasis AI

Pangkas waktu, hemat biaya! Pelajari bagaimana Legal Hero AI permudah cara advokat bekerja. Dapatkan akses ke 5 juta dokumen hukum terverifikasi dengan ringkasan cerdas berbasis AI.
Coba Sekarang!
TAGGED:AdvokatAsas Hukum
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
ByAfiyah Salma Hermaya S.H.
Follow:
Lulusan Hukum Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan ketertarikan mendalam pada hukum bisnis dan hukum korporasi.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
LinkedInFollow
Artikel Terbaru
peradi sai x hukumku
Hukumku Resmi Gandeng PERADI SAI, Perkuat Digitalisasi Layanan dan Kompetensi Advokat
Januari 22, 2026
direksi dengan 51% saham
Pengaruh Kepemilikan Saham 51 Persen: Kekuatan Pengendali dan Dampaknya dalam Struktur Perusahaan
Januari 22, 2026
Pentingnya Majority Vote Kreditur dalam Proses Pengajuan PKPU & Kepailitan
Pentingnya Majority Vote Kreditur dalam Proses Pengajuan PKPU & Kepailitan
Januari 20, 2026
Tampilkan Lebih

Artikel Terkait

yurisprudensi
General

Mengapa Yurisprudensi Penting dalam Praktik Hukum di Indonesia?

4 Menit Baca
klausul kontrak bermasalah
General

Klausul Kontrak yang Paling Sering Menjadi Sumber Sengketa Hukum

5 Menit Baca
General

Skill Wajib yang Harus Dimiliki Lawyer Muda di Era Digital

4 Menit Baca
tahapan beracara perdata
General

Tahapan Beracara Perdata dari Gugatan hingga Eksekusi Putusan

4 Menit Baca

Langganan Artikel Terbaru

Dapatkan informasi seputar hukum terkini langsung dari genggaman Anda.

Alamat:
The Kuningan Place IMO 1&2
Jl. Kuningan Utama Lot 15.
Jakarta Selatan, 12960.

Kontak:
+62 831-8797-0175
hello@hukumku.id

Topik Populer

  • Hukum Keluarga
  • Hukum Ketenagakerjaan
  • Hukum Bisnis
  • Hukum Perusahaan
  • Hukum Agraria

Produk

  • Konsultasi Hukum
  • Legal HeroBaru
  • Toko Hukum
  • Hukumku Bisnis
  • Gabung Jadi Mitra

Punya masalah hukum?

Ceritakan permasalahan hukum Anda bersama kami.
Hubungi Kami

Hukumku adalah platform konsultasi hukum online terpercaya yang menghubungkan pengguna dengan mitra advokat profesional di seluruh Indonesia. Dapatkan solusi hukum cepat dan praktis, mulai dari konsultasi via chat, pembuatan dokumen, hingga pendampingan sengketa untuk individu maupun bisnis.

© 2025 PT. Teknologi Legal Bersama

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Hukumku adalah platform konsultasi hukum online terpercaya yang menghubungkan pengguna dengan mitra advokat profesional di seluruh Indonesia. Dapatkan solusi hukum cepat dan praktis, mulai dari konsultasi via chat, pembuatan dokumen, hingga pendampingan sengketa untuk individu maupun bisnis.

© 2025 PT. Teknologi Legal Bersama

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
hukumku

Hukumku

Tim Hukumku

Hukumku

Halo, Ceritakan kebutuhan hukum Anda bersama kami.

Powered by Elementor

Chat Sekarang
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?