• Artikel
  • Topik Hukum
    • Perusahaan & Bisnis
    • Pertanahan & Properti
    • Keluarga
    • HAKI
    • Pidana
    • Perdata
  • Tentang Kami
Membaca Konsep ‘Hak’ dalam Hukum: Perbedaan Hak sebagai Truf dan Retorika
Konsultasi
Font ResizerAa
  • Bisnis
  • Perusahaan
  • Keluarga
  • Pidana
  • Perdata
  • Pertanahan
Search
  • Blog
  • Tentang Kami
  • Kontak
Ikuti Kami
  • Konsultasi Hukum
  • Legal HeroBaru
  • Toko Hukum
  • Hukumku Bisnis
  • Gabung Jadi Mitra
Copyright © 2026 PT. Teknologi Legal Bersama
General

Konsep ‘Hak’ dalam Hukum: Perbedaan Hak sebagai Truf dan Retorika

By
Jovita Priscilla
Terakhir Diperbarui Desember 25, 2025
4 Menit Baca
hak dalam hukum sebagai truf hak sebagai retorika
Bagikan

Istilah “hak” kerap digunakan untuk menilai sah atau tidaknya suatu tindakan, keputusan, atau kebijakan. Namun, tidak semua klaim atas nama “hak” memiliki bobot hukum yang sama. Sebagian hak bersifat mengikat secara hukum, sementara lainnya masih berupa klaim retoris dalam ruang publik.

Artikel ini mengulas dua pendekatan utama: hak sebagai truf dan hak sebagai retorika, serta bagaimana membedakannya dalam praktik hukum di Indonesia.

Daftar Isi
  • Pengertian Hak sebagai Truf dalam Hukum
  • Konsep Hak sebagai Retorika dalam Wacana Hukum
  • Perbedaan Hak Sebagai Truf dan Hak Sebagai Retorika
  • Implikasi dalam Praktik Hukum
  • Tips Membedakan Hak Truf vs Retorika

Pengertian Hak sebagai Truf dalam Hukum

Apa Itu Hak sebagai Truf?

Hak sebagai truf dipahami sebagai klaim hukum normatif yang tidak bisa dikalahkan oleh pertimbangan praktis, seperti efisiensi atau kepentingan mayoritas. Dalam pendekatan ini, hak bersifat absolut dan menjadi batas kekuasaan negara.

Ciri-Ciri Hak sebagai Truf:

  • Diakui secara eksplisit dalam konstitusi atau undang-undang.
  • Tidak dapat dikompromikan demi alasan kebijakan.
  • Memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan dapat ditegakkan.
  • Berfungsi sebagai proteksi terhadap individu dari penyalahgunaan kekuasaan.

Contoh Penerapan:

  • Hak atas kebebasan berpendapat, yang tidak dapat dilarang hanya karena dianggap tidak populer.
  • Hak atas kesetaraan di hadapan hukum, yang harus dijaga meskipun bertentangan dengan kepentingan mayoritas.
  • Hak-hak ini kerap dijadikan dasar pengujian konstitusionalitas suatu aturan oleh Mahkamah Konstitusi.

Konsep Hak sebagai Retorika dalam Wacana Hukum

Apa Itu Hak sebagai Retorika?

Berbeda dari pendekatan normatif, hak sebagai retorika digunakan sebagai alat argumentasi sosial atau politik. Istilah “hak” dipakai untuk memperkuat klaim, walaupun belum tentu diakui secara formal dalam sistem hukum.

Ciri-Ciri Hak sebagai Retorika:

  • Digunakan dalam debat publik atau advokasi.
  • Belum tentu memiliki dasar hukum positif.
  • Menarik simpati atau dukungan moral.
  • Belum dapat langsung ditegakkan melalui pengadilan.

Contoh Penerapan:

  • Klaim “hak atas pekerjaan layak” dalam diskusi politik, meskipun belum memiliki implementasi hukum yang jelas.
  • Seruan masyarakat sipil untuk “hak atas lingkungan hidup yang sehat” sebelum diakomodasi dalam peraturan.

Baca Juga: Asas Proporsionalitas dalam Pembatasan Hak Warga Negara

Meskipun bersifat retoris, pendekatan ini kerap memicu perubahan hukum. Banyak hak yang kini diakui secara formal, dulunya hanya diajukan melalui gerakan sosial dan kampanye publik.

Baca Juga

Kesalahan Umum dalam Penyusunan Gugatan yang Merugikan Klien
KUHAP & KUHP Baru: Ini Strategi Advokat Menangani Perkara
perbedaan advokat dan in-house counsel dan konsultan hukum
Jangan Sampai Keliru, Ini Perbedaan Peran Advokat, Konsultan Hukum, dan In-House Counsel

Perbedaan Hak Sebagai Truf dan Hak Sebagai Retorika

AspekHak sebagai TrufHak sebagai Retorika
Status hukumSudah diakui secara normatifBelum diakui secara hukum positif
Daya ikatMengikat secara hukum dan dapat ditegakkanTidak mengikat secara hukum
FungsiProteksi terhadap kekuasaanArgumentasi atau advokasi
ContohHak atas kebebasan beragamaHak atas internet gratis

Implikasi dalam Praktik Hukum

Mengapa Penting Membedakannya?

  • Untuk Hakim & Pembuat Kebijakan: Salah memahami kedudukan hak dapat menimbulkan kesalahan putusan atau kebijakan yang melanggar konstitusi.
  • Untuk Praktisi Hukum: Menyusun argumentasi hukum membutuhkan ketepatan dalam mengidentifikasi apakah hak yang diklaim adalah hak normatif atau hanya retoris.
  • Untuk Mahasiswa Hukum: Pemahaman kritis terhadap konsep hak menjadi bekal utama dalam menyusun argumen hukum yang berbobot.

Risiko Jika Salah Memahami:

  • Hak yang bersifat retoris bisa disalahgunakan untuk kepentingan sepihak.
  • Hak yang bersifat normatif bisa terabaikan jika dianggap hanya sebagai opini publik.

Tips Membedakan Hak Truf vs Retorika

  • Telusuri sumber hukumnya: Apakah tercantum dalam UUD, UU, atau putusan pengadilan?
  • Periksa apakah dapat ditegakkan: Apakah dapat diajukan dalam gugatan atau uji materiil?
  • Analisis konteks penggunaannya: Apakah digunakan dalam sidang, advokasi, atau diskusi publik?

Platform Riset Hukum Berbasis AI

Pangkas waktu, hemat biaya! Pelajari bagaimana Legal Hero AI permudah cara advokat bekerja. Dapatkan akses ke 5 juta dokumen hukum terverifikasi dengan ringkasan cerdas berbasis AI.
Coba Sekarang!

TAGGED:Advokat
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
ByJovita Priscilla
Menempuh studi hukum di President University yang berfokus pada bidang hukum korporasi, merger & akuisisi, serta arbitrase.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
LinkedInFollow
Artikel Terbaru
cara gugat merek terdaftar
Cara Gugat Merek Terdaftar: Prosedur dan Syaratnya Secara Hukum
Februari 19, 2026
pendirian pt pma
Pendirian PT PMA di Indonesia dan Mekanisme Perubahan KBLI
Februari 16, 2026
kreditur tidak mendaftar debitur pkpu
Perbedaan PKPU Sementara dan Tetap: Durasi, Prosedur, dan Risiko Pailit
Februari 16, 2026
Tampilkan Lebih

Artikel Terkait

yurisprudensi
General

Mengapa Yurisprudensi Penting dalam Praktik Hukum di Indonesia?

4 Menit Baca
klausul kontrak bermasalah
General

Klausul Kontrak yang Paling Sering Menjadi Sumber Sengketa Hukum

5 Menit Baca
General

Skill Wajib yang Harus Dimiliki Lawyer Muda di Era Digital

4 Menit Baca
tahapan beracara perdata
General

Tahapan Beracara Perdata dari Gugatan hingga Eksekusi Putusan

4 Menit Baca

Langganan Artikel Terbaru

Dapatkan informasi seputar hukum terkini langsung dari genggaman Anda.

Alamat:
The Kuningan Place IMO 1&2
Jl. Kuningan Utama Lot 15.
Jakarta Selatan, 12960.

Kontak:
+62 831-8797-0175
hello@hukumku.id

Topik Populer

  • Hukum Keluarga
  • Hukum Ketenagakerjaan
  • Hukum Bisnis
  • Hukum Perusahaan
  • Hukum Agraria

Produk

  • Konsultasi Hukum
  • Legal HeroBaru
  • Toko Hukum
  • Hukumku Bisnis
  • Gabung Jadi Mitra

Punya masalah hukum?

Ceritakan permasalahan hukum Anda bersama kami.
Hubungi Kami

Hukumku adalah platform konsultasi hukum online terpercaya yang menghubungkan pengguna dengan mitra advokat profesional di seluruh Indonesia. Dapatkan solusi hukum cepat dan praktis, mulai dari konsultasi via chat, pembuatan dokumen, hingga pendampingan sengketa untuk individu maupun bisnis.

© 2025 PT. Teknologi Legal Bersama

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Hukumku adalah platform konsultasi hukum online terpercaya yang menghubungkan pengguna dengan mitra advokat profesional di seluruh Indonesia. Dapatkan solusi hukum cepat dan praktis, mulai dari konsultasi via chat, pembuatan dokumen, hingga pendampingan sengketa untuk individu maupun bisnis.

© 2025 PT. Teknologi Legal Bersama

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
hukumku

Hukumku

Tim Hukumku

Hukumku

Halo, Ceritakan kebutuhan hukum Anda bersama kami.

Powered by Elementor

Chat Sekarang
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?