• Artikel
  • Topik Hukum
    • Perusahaan & Bisnis
    • Pertanahan & Properti
    • Keluarga
    • HAKI
    • Pidana
    • Perdata
  • Tentang Kami
Membaca KBLI 2025 Berlaku, Anggaran Perusahaan Perlu Disesuaikan?
Konsultasi
Font ResizerAa
  • Bisnis
  • Perusahaan
  • Keluarga
  • Pidana
  • Perdata
  • Pertanahan
Search
  • Blog
  • Tentang Kami
  • Kontak
Ikuti Kami
  • Konsultasi Hukum
  • Legal HeroBaru
  • Toko Hukum
  • Hukumku Bisnis
  • Gabung Jadi Mitra
Copyright © 2026 PT. Teknologi Legal Bersama
General

KBLI 2025 Berlaku, Anggaran Perusahaan Perlu Disesuaikan?

Penyesuaian Anggaran Dasar sesuai KBLI 2025 adalah investasi hukum yang krusial agar bisnis tetap compliant, dipercaya mitra, dan siap berkembang tanpa risiko regulasi.

Laura Reggyna, S.H., M.H (Kandara Law)
By
Laura Reggyna, S.H., M.H (Kandara Law)
Terakhir Diperbarui Januari 29, 2026
10 Menit Baca
KBLI 2025 Berlaku, Anggaran Perusahaan Perlu Disesuaikan?
Bagikan
Daftar Isi
  • Apa Itu KBLI 2025?
  • Struktur dan Penyusunan KBLI 2025
  • Perubahan Kategori dan Fokus Utama
  • Penyesuaian Ruang Lingkup dan Klasifikasi Usaha
  • Tujuan dan Manfaat Penerapan KBLI 2025
  • Dampak Perubahan KBLI 2025 bagi Pelaku Usaha
  • Mengapa KBLI Sangat Penting bagi Perusahaan?
  • Dampak KBLI 2025 terhadap Anggaran Dasar Perusahaan
  • Kapan Perusahaan Perlu Mengubah Anggaran Dasar?
  • Mengapa Penyesuaian Ini Tidak Bisa Diabaikan?

Pemerintah resmi memberlakukan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 melalui Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. Dengan berlakunya peraturan ini, sistem klasifikasi lapangan usaha nasional secara resmi mencabut dan menggantikan KBLI 2020 sebagai acuan klasifikasi bidang usaha di Indonesia. Regulasi terbaru ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan, yaitu 18 Desember 2025, dan mewajibkan pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian KBLI paling lambat 6 (enam) bulan sejak tanggal tersebut.

Ketentuan ini menjadi penting untuk diperhatikan, karena KBLI bukan hanya berkaitan dengan administrasi perizinan, tetapi juga berhubungan langsung dengan legalitas kegiatan usaha dan kesesuaian Anggaran Dasar perusahaan. Oleh karena itu, memahami perubahan KBLI 2025 dan implikasinya menjadi langkah awal yang krusial bagi setiap pelaku usaha sebelum melangkah lebih jauh dalam menjalankan bisnisnya.

Dalam menjalankan usaha di Indonesia, setiap perusahaan wajib memiliki KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) sebagai penanda resmi jenis kegiatan usahanya. KBLI bukan sekadar kode administratif, melainkan fondasi penting yang memengaruhi perizinan, kepatuhan hukum, hingga keberlanjutan bisnis.

Apa Itu KBLI 2025?

Dibandingkan versi sebelumnya, regulasi KBLI terbaru membawa sejumlah pembaruan penting yang dirancang untuk menyesuaikan klasifikasi usaha dengan dinamika ekonomi dan model bisnis modern. Pembaruan ini tidak hanya berdampak pada administrasi perizinan, tetapi juga pada penentuan legalitas dan ruang lingkup kegiatan usaha perusahaan.

KBLI 2025 adalah versi terbaru dari klasifikasi bidang usaha yang digunakan oleh pemerintah Indonesia sebagai acuan dalam:

  • Perizinan usaha (OSS);
  • Pendaftaran dan perubahan data perusahaan;
  • Pengawasan dan pembinaan usaha;
  • Kesesuaian kegiatan usaha dengan regulasi sektor terkait;
  • KBLI ini mengakomodasi munculnya model bisnis baru, digitalisasi, serta perkembangan sektor industri yang sebelumnya belum diatur secara spesifik.

Beberapa perubahan utama dalam klasifikasi lapangan usaha terbaru ini, antara lain mencakup penambahan kode usaha baru untuk mengakomodasi sektor-sektor yang berkembang pesat, seperti layanan digital, platform berbasis aplikasi, serta teknologi informasi mutakhir.

Baca Juga

Keadaan Insolvensi dalam Praktik Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
Keadaan Insolvensi dalam Praktik Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
direksi dengan 51% saham
Pengaruh Kepemilikan Saham 51 Persen: Kekuatan Pengendali dan Dampaknya dalam Struktur Perusahaan
Pentingnya Majority Vote Kreditur dalam Proses Pengajuan PKPU & Kepailitan
Pentingnya Majority Vote Kreditur dalam Proses Pengajuan PKPU & Kepailitan

Selain itu, deskripsi kegiatan usaha diperjelas dan dipertegas agar tidak menimbulkan penafsiran ganda, sekaligus dilakukan penggabungan maupun pemisahan kode tertentu guna mencerminkan aktivitas usaha secara lebih akurat. Klasifikasi bidang usaha terbaru 2025 juga diselaraskan dengan standar klasifikasi internasional, sehingga mendukung konsistensi data statistik dan kerja sama global.

Struktur dan Penyusunan KBLI 2025

KBLI 2025 disusun secara sistematis dan bertingkat untuk memudahkan pelaku usaha dalam menentukan kode yang paling sesuai. Secara umum, struktur KBLI terdiri dari:

  • Kategori (1 huruf) sebagai penanda sektor usaha utama, seperti pertanian, industri, atau informasi dan komunikasi.
  • Golongan Pokok (2 digit) yang menunjukkan kelompok aktivitas ekonomi tingkat awal.
  • Golongan (3 digit) sebagai pembagian lanjutan dari golongan pokok.
  • Subgolongan (4 digit) yang menggambarkan kegiatan usaha secara lebih spesifik.
  • Kelompok (5 digit / kode KBLI) sebagai klasifikasi final yang digunakan dalam sistem OSS dan keperluan statistik.

Setiap kode KBLI dilengkapi dengan nama kegiatan usaha, deskripsi aktivitas utama, serta ruang lingkup usaha. Tabel tersebut menjadi rujukan utama dalam proses perizinan OSS, penyusunan akta pendirian, maupun perubahan data perusahaan.

Perubahan Kategori dan Fokus Utama

Salah satu perbedaan signifikan antara KBLI 2020 dan KBLI 2025 terletak pada penyesuaian kategori dan fokus usaha. Sistem pada klasifikasi bidang lapangan usaha terbaru disusun dengan mengacu pada ISIC Revision 5, yaitu standar klasifikasi usaha internasional yang digunakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, sehingga lebih adaptif terhadap perkembangan global.

KBLI 2025 kini mencakup berbagai aktivitas usaha baru yang sebelumnya belum terakomodasi secara jelas, seperti:

  • Jasa intermediasi digital dan marketplace;
  • Platform konsultasi daring;
  • Aktivitas konten digital (podcast, gim, dan streaming);
  • Teknologi kecerdasan buatan (AI);
  • Perdagangan aset kripto dan komoditas digital;
  • Aktivitas penangkapan dan penyimpanan karbon;
  • Produsen tanpa pabrik (factoryless goods producers);
  • Sektor energi terbarukan dan ekonomi hijau.

Dari sisi struktur, KBLI 2025 juga mengalami penyesuaian jumlah kategori dan klasifikasi. Jumlah kategori usaha bertambah menjadi 22 kategori, sementara beberapa golongan, subgolongan, dan kelompok disederhanakan atau dirinci ulang agar lebih relevan dan spesifik terhadap kegiatan usaha yang dijalankan.

Penyesuaian Ruang Lingkup dan Klasifikasi Usaha

KBLI 2025 turut melakukan penataan ulang ruang lingkup usaha melalui pemecahan kode untuk sektor-sektor yang semakin terspesialisasi, khususnya di bidang digital dan teknologi. Di sisi lain, kode-kode yang tumpang tindih atau sudah kurang relevan digabung atau disederhanakan. Penamaan kategori dan subkategori juga diperbarui agar lebih jelas dan mudah dipahami oleh pelaku usaha.

Baca Juga: Mengenal Hukum Perdagangan Internasional bagi Perusahaan Multinasional

Sebagai contoh, KBLI 2025 memperkenalkan kode tersendiri untuk aktivitas podcast dan industri berbasis AI, serta mengatur perdagangan aset kripto dengan klasifikasi yang lebih terstruktur.

Tujuan dan Manfaat Penerapan KBLI 2025

KBLI versi terbaru ini bukan hanya pembaruan teknis, melainkan instrumen strategis untuk mendukung kebijakan ekonomi nasional. Penerapannya bertujuan menjaga relevansi klasifikasi usaha terhadap perubahan model bisnis, meningkatkan kualitas data statistik ekonomi, mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, serta menjadi acuan utama dalam sistem perizinan berusaha berbasis risiko (OSS RBA). Selain itu, pembaruan sistem ini juga diharapkan dapat mendukung kebijakan investasi dan perizinan yang lebih tepat sasaran.

Dampak Perubahan KBLI 2025 bagi Pelaku Usaha

Perubahan KBLI 2025 membawa implikasi langsung bagi pelaku usaha, antara lain terhadap penetapan Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) dalam sistem OSS, tingkat risiko usaha, persyaratan perizinan dan sertifikasi, serta kesesuaian pelaporan statistik dan administrasi usaha. Oleh karena itu, memahami struktur dan perubahan pada sistem klasifikasi usaha ini menjadi langkah penting agar kegiatan usaha tetap selaras dengan regulasi yang berlaku.

Mengapa KBLI Sangat Penting bagi Perusahaan?

Bagi banyak pelaku usaha, KBLI sering kali dianggap formalitas. Padahal, ketidaksesuaian KBLI dengan kegiatan usaha yang dijalankan dapat menimbulkan risiko hukum dan administratif, seperti:

  • Perizinan usaha tidak dapat diproses atau diperpanjang;
  • Kendala dalam kerja sama bisnis dan pendanaan;
  • Masalah kepatuhan saat audit atau pemeriksaan regulator; dan
  • Risiko sengketa di kemudian hari.

KBLI yang tepat membantu memastikan bahwa kegiatan usaha perusahaan diakui secara legal dan berjalan sesuai aturan.

Dampak KBLI 2025 terhadap Anggaran Dasar Perusahaan

Salah satu aspek penting yang sering terlewat adalah hubungan antara KBLI dan Anggaran Dasar (AD) perusahaan. Bidang usaha yang tercantum dalam Anggaran Dasar harus selaras dengan KBLI yang digunakan dalam sistem OSS. Dengan diberlakukannya KBLI 2025, terdapat kemungkinan:

  • Kode KBLI lama sudah tidak relevan;
  • Deskripsi bidang usaha berubah atau diperinci;
  • Munculnya KBLI baru yang lebih sesuai dengan kegiatan aktual perusahaan

Jika Anggaran Dasar tidak disesuaikan, perusahaan dapat menghadapi hambatan administratif dan hukum, meskipun kegiatan usahanya berjalan normal.

Kapan Perusahaan Perlu Mengubah Anggaran Dasar?

Perusahaan perlu mengubah Anggaran Dasar apabila bidang usaha yang tercantum di dalamnya tidak lagi sesuai dengan KBLI yang berlaku, khususnya setelah diberlakukannya KBLI 2025 yang menggantikan KBLI sebelumnya. Melalui ketentuan ini, pemerintah mewajibkan pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian KBLI paling lambat 6 (enam) bulan sejak tanggal diundangkan, sehingga kode KBLI lama yang tidak lagi relevan perlu segera diselaraskan.

Selain karena perubahan regulasi, penyesuaian Anggaran Dasar juga diperlukan apabila perusahaan mengembangkan atau menyesuaikan kegiatan usahanya, baik melalui penambahan maupun perluasan bidang usaha.

Dalam konteks KBLI 2025, keselarasan antara Anggaran Dasar, data perizinan di OSS, dan kegiatan usaha yang dijalankan menjadi semakin penting untuk menjaga kepastian hukum dan keberlanjutan bisnis. Melakukan penyesuaian sejak awal akan membantu perusahaan memenuhi kewajiban regulasi sekaligus menjalankan usaha secara lebih aman dan terstruktur, serta memastikan keselarasan antara dokumen hukum dan praktik bisnis.

Mengapa Penyesuaian Ini Tidak Bisa Diabaikan?

Anggaran Dasar Perusahaan merupakan “identitas hukum” perusahaan. Ketidaksesuaian antara Anggaran Dasar, KBLI, dan kegiatan usaha berpotensi menimbulkan:

  • Penolakan perizinan;
  • Ketidakpastian hukum dalam kontrak;
  • Risiko bagi direksi dan pemegang saham

Dengan melakukan penyesuaian sejak dini, perusahaan dapat menjalankan bisnis dengan lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.

KBLI 2025 bukan sekadar pembaruan kode, melainkan pengingat bagi pelaku usaha untuk memastikan bahwa struktur hukum perusahaannya tetap relevan dengan perkembangan bisnis. Memahami KBLI dan menyesuaikan Anggaran Dasar secara tepat adalah langkah strategis untuk melindungi perusahaan dari risiko hukum di masa depan.

Jika Anda tidak yakin apakah KBLI perusahaan Anda sudah sesuai atau apakah Anggaran Dasar perlu diperbarui, berkonsultasi dengan penasihat hukum dapat membantu memastikan setiap langkah bisnis berjalan lebih aman dan terarah.

TAGGED:Hukum BisnisHukum Perusahaan
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
ByLaura Reggyna, S.H., M.H (Kandara Law)
Follow:
Laura Reggyna merupakan Partner Kandara Law, yang berpengalaman dalam menangani isu hukum, terutama yang berkaitan dengan hukum bisnis korporasi, tenaga kerja asing (ekspatriat), serta kebutuhan hukum klien profesional lainnya. Dikenal oleh klien sebagai praktisi yang responsif, solutif, dan mampu memahami kebutuhan bisnis secara komprehensif, sehingga dapat memberikan layanan hukum yang strategis untuk klien. Di luar praktik hukum, Laura juga aktif berbagi insight dan perspektif profesional melalui media sosial serta berbagai platform networking, sebagai bagian dari komitmennya untuk meningkatkan literasi hukum di kalangan pelaku bisnis dan profesional.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
LinkedInFollow
Artikel Terbaru
KBLI 2025 Berlaku, Anggaran Perusahaan Perlu Disesuaikan?
KBLI 2025 Berlaku, Anggaran Perusahaan Perlu Disesuaikan?
Januari 29, 2026
Keadaan Insolvensi dalam Praktik Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
Keadaan Insolvensi dalam Praktik Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
Januari 29, 2026
Menakar Kepastian Hukum Kekayaan Intelektual sebagai Agunan Kredit: Harmonisasi UU Jaminan Fidusia, PP Ekonomi Kreatif, dan POJK 19/2025
Menakar Kepastian Hukum Kekayaan Intelektual sebagai Agunan Kredit: Harmonisasi UU Jaminan Fidusia, PP Ekonomi Kreatif, dan POJK 19/2025
Januari 29, 2026
Tampilkan Lebih

Artikel Terkait

peran in-house counsel
General

PKPU: Antara Penyelamatan Usaha dan Senjata Negosiasi Kreditur

5 Menit Baca
shadow director
General

Shadow Directors dalam Perseroan Terbatas: Apakah Bisa Dipidana?

4 Menit Baca
Registered Foreign Architect RFA
General

Registered Foreign Architect (RFA) di Indonesia: Panduan Lengkap untuk Arsitek Asing

6 Menit Baca
insider trading
General

Menelisik Praktik Insider Trading dan Implikasinya terhadap Tanggung Jawab Manajemen

5 Menit Baca

Langganan Artikel Terbaru

Dapatkan informasi seputar hukum terkini langsung dari genggaman Anda.

Alamat:
The Kuningan Place IMO 1&2
Jl. Kuningan Utama Lot 15.
Jakarta Selatan, 12960.

Kontak:
+62 831-8797-0175
hello@hukumku.id

Topik Populer

  • Hukum Keluarga
  • Hukum Ketenagakerjaan
  • Hukum Bisnis
  • Hukum Perusahaan
  • Hukum Agraria

Produk

  • Konsultasi Hukum
  • Legal HeroBaru
  • Toko Hukum
  • Hukumku Bisnis
  • Gabung Jadi Mitra

Punya masalah hukum?

Ceritakan permasalahan hukum Anda bersama kami.
Hubungi Kami

Hukumku adalah platform konsultasi hukum online terpercaya yang menghubungkan pengguna dengan mitra advokat profesional di seluruh Indonesia. Dapatkan solusi hukum cepat dan praktis, mulai dari konsultasi via chat, pembuatan dokumen, hingga pendampingan sengketa untuk individu maupun bisnis.

© 2025 PT. Teknologi Legal Bersama

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Hukumku adalah platform konsultasi hukum online terpercaya yang menghubungkan pengguna dengan mitra advokat profesional di seluruh Indonesia. Dapatkan solusi hukum cepat dan praktis, mulai dari konsultasi via chat, pembuatan dokumen, hingga pendampingan sengketa untuk individu maupun bisnis.

© 2025 PT. Teknologi Legal Bersama

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
hukumku

Hukumku

Tim Hukumku

Hukumku

Halo, Ceritakan kebutuhan hukum Anda bersama kami.

Powered by Elementor

Chat Sekarang
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?