top of page

Apa yang Harus Dilakukan Saat Anda Ingin Melapor ke Polisi Tanpa Bukti?



Apakah lapor polisi harus punya bukti tindak pidana? Jawabannya tidak selalu. Walaupun idealnya bukti sangat membantu dalam proses hukum, Anda masih bisa melapor ke polisi dengan atau tanpa bukti yang konkret. Artikel ini akan menjelaskan cara melapor tanpa bukti, implikasi hukumnya, dan apa yang bisa Anda harapkan dari proses ini.


Download aplikasi kami dan tanyakan masalah hukum pada advokat pilihanmu!

Apa itu Barang Bukti?

Barang bukti atau alat bukti adalah sesuatu yang sudah ditentukan oleh undang-undang yang dapat memperkuat dakwaan terhadap terdakwa dalam suatu gugatan atau dakwaan. Jika kita mengacu pada undang-undang KUHAP pasal 184, ada 5 jenis alat bukti. Yaitu:


  1. Keterangan Saksi  Keterangan saksi yang ditunjuk harus benar-benar melihat, mengalami, mengetahui, atau mendengar langsung mengenai tindak pidana yang terjadi

  2. Keterangan Ahli  Keterangan ahli profesional di bidangnya yang akan berkaitan dengan pertanyaan dengan barang bukti.

  3. Surat Surat atas sumpah jabatan juga bisa menjadi salah satu alat bukti yang kuat untuk diajukan.

  4. Petunjuk  Petunjuk dari sebuah kasus tindak pidana. Yang dimaksud dengan kasus sendiri terdapat dalam Pasal 188 ayat 1.

  5. Keterangan terdakwa  Keterangan dari terdakwa dibutuhkan sebagai barang bukti atas pengalamannya dalam tindak pidana tersebut.


Kemungkinan Hukum dari Laporan Tanpa Bukti


Melapor ke polisi tanpa bukti tidak selalu berarti Anda akan menghadapi masalah hukum. Karena pada dasarnya, laporan merupakan pemberitahuan atas hak dan kewajiban warga negara kepada pihak yang berwajib karena telah atau sedang terjadi peristiwa pidana.


Namun, jika terbukti bahwa laporan Anda dibuat tanpa dasar yang kuat atau dengan tujuan untuk memfitnah, Anda bisa dihadapkan pada konsekuensi hukum. Oleh karena itu, sangat penting untuk melapor dengan itikad baik dan berdasarkan informasi yang benar-benar Anda percayai.


Comments


bottom of page