Dalam dunia bisnis, merek tidak hanya sekedar logo atau gambar. Merek menjadi aset strategis yang menjadi identitas, reputasi dan kepercayaan konsumen. Jika terjadi sengketa merek baik karena dugaan pelanggaran, persamaan pada pokoknya atau hal lainnya tidak hanya berdampak dalam aspek hukum tetapi juga citra dan keberlangsungan usaha.
Artikel ini akan membantu Anda melihat kebutuhan terhadap permasalahan merek dan rekomendasi penyelesaianya.
Apa itu sengketa merek dalam perspektif hukum Indonesia
Sengketa merek adalah perselisihan hukum yang terjadi ketika adanya klaim atas hak penggunaan merek dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Dalam sistem hukum Indonesia, hak atas merek bersifat eksklusif dan diberikan kepada pihak yang pertama kali mendaftarkannya (first to file system).
Hak atas merek diatur dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2016 yang mengatur tentang merek dan indikasi geografis. Undang undang ini menjelaskan bahwa pemilik merek memiliki hak atas :
- Menggunakan sendiri mereknya dalam kegiatan perdagangan
- Memberikan lisensi kepada pihak lain
- Menggugat pihak lain yang menggunakan merek yang sama atau memiliki persamaan atas pokoknya.
Mediasi sengketa merek
Mekanisme penyelesaian perselisihan atas hak merek yang dilakukan di luar persidangan dan dilakukan oleh pihak ketiga (pihak netral). Tujuannya bukan untuk menentukan siapa yang kalah atau menang, tetapi untuk mendorong kedua belah pihak mencapai kesepakatan bersama yang saling menguntungkan.
Secara umum, proses mediasi meliputi :
- Kesepakatan para pihak untuk bermediasi
- Penunjuk mediator netral
- Perundingan dan eksplorasi solusi
- Kesepakatan tertulis.
Jalur litigasi sengketa merek di Pengadilan Niaga
Jalur litigasi adalah mekanisme penyelesaian sengketa merek yang terjadi dalam pengadilan formal. Di Indonesia, perkara sengketa merek diperiksa dan diputus oleh Pengadilan Niaga yaitu pengadilan khusus yang berada dalam lingkungan Peradilan Umum dan memiliki kewenangan menangani perkara kepailitan serta kekayaan intelektual.
Dalam praktik, litigasi di Pengadilan Niaga berbentuk :
- Gugatan pelanggaran merek
- Gugatan pembatalan merek
- Gugatan penghapusan merek
Perbandingan Mediasi dan litigasi dalam sengketa merek
Dalam penyelesaian sengketa merek di Indonesia, pelaku usaha akan dihadapkan pada 2 pilihan yaitu mediasi atau litigasi. Berikut perbandingan dari perspektif hukum dan strategi bisnis:
Tujuan penyelesaian
Pada mediasi berorientasi pada solusi bersama, sedangkan litigasi bertujuan pada putusan hakim yang menentukan pihak mana yang benar.
Proses durasi
Mediasi berjalan lebih cepat dengan proses yang lebih fleksibel sedangkan litigasi harus mengikuti prosedur yang formal dan cenderung lebih lama.
Biaya
Pada proses mediasi umumnya lebih hemat karena tidak melalui persidangan sedangkan litigasi membutuhkan biaya lebih besar.
Dampak terhadap hubungan bisnis
Mediasi memungkinkan hubungan tetap terjaga sedangkan litigasi membuat hubungan lebih sulit dipulihkan.
Baca Juga: Kasus Pelanggaran HAKI di Indonesia Serta Analisanya
Faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih jalur penyelesaian
Nilai dan dampak kerugian
Jika kerugian besar, litigasi menjadi pilihan terbaik untuk mendapatkan kepastian hukum dan ganti rugi.
Kekuatan bukti hukum
Pemilik merek terdaftar memiliki hak eksklusif. Semakin kuat bukti kepemilikan, semakin kuat posisi dalam litigasi.
Tujuan bisnis
Jika ingin mencari relasi dan solusi yang fleksibel, maka mediasi menjadi pilihan yang tepat.
Biaya dan waktu
Mediasi membutuhkan waktu dan biaya yang lebih cepat dan murah
Risiko reputasi
Litigasi bersifat terbuka sedangkan mediasi berjalan tertutup.
Strategi terbaik dalam menghadapi sengketa merek adalah :
- Pastikan merek terdaftar dan terdokumentasi dengan baik sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016
- Utamakan mediasi sebagai langkah awal untuk menghemat waktu dan biaya
- Gunakan litigasi jika diperlukan
- Pertimbangkan dampak bisnis secara menyeluruh
Pada akhirnya, memilih antara mediasi atau litigasi tidak hanya sekedar prosedur hukum tetapi setiap pelaku usaha memiliki masalah merek yang harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Jika bisnis anda mengalami permasalahan merek, konsultasikan langkah terbaik bersama tim profesional di Hukumku.