• Artikel
  • Topik Hukum
    • Perusahaan & Bisnis
    • Pertanahan & Properti
    • Keluarga
    • HAKI
    • Pidana
    • Perdata
  • Tentang Kami
Membaca Peran Pengadilan dalam Penegakan Hukum Perdata di Indonesia
Konsultasi
Font ResizerAa
  • Bisnis
  • Perusahaan
  • Keluarga
  • Pidana
  • Perdata
  • Pertanahan
Search
  • Blog
  • Tentang Kami
  • Kontak
Ikuti Kami
  • Konsultasi Hukum
  • Legal HeroBaru
  • Toko Hukum
  • Hukumku Bisnis
  • Gabung Jadi Mitra
Copyright © 2026 PT. Teknologi Legal Bersama
General

Peran Pengadilan dalam Penegakan Hukum Perdata di Indonesia

By
Jovita Priscilla
Terakhir Diperbarui Oktober 6, 2025
4 Menit Baca
peran pengadilan dalam penegakan hukum perdata
Bagikan

Pengadilan perdata sering kali dipahami hanya sebagai tempat menggugat atau menuntut hak. Padahal, perannya jauh lebih luas dari sekedar ruang untuk berdebat dua belah pihak.

Setiap perkara perdata pada dasarnya berawal dari benturan kepentingan, seperti kontrak yang dilanggar, warisan yang dipersoalkan, atau tanggung jawab yang dipertanyakan. Disinilah pengadilan berfungsi memastikan penyelesaian yang adil, proposional, dan dapat diterima oleh kedua belah pihak. Lalu, bagaimana fungsi itu dijalankan di Indonesia?

Daftar Isi
  • Pengadilan Sebagai Forum Keadilan dan Penyelesaian Sengketa
  • Peran Pengadilan di Luar Sengketa dan Pasca Putusan
  • Gunakan Legal Hero Sekarang!

Pengadilan Sebagai Forum Keadilan dan Penyelesaian Sengketa

Sebagai forum resmi penyelesaian sengketa perdata, pengadilan memegang bagian penting dalam menyelenggarakan keadilan untuk menegakkan hukum di dalam sengketa antar individu dan badan hukum.

Ketika upaya damai seperti negosiasi atau mediasi tidak membuahkan hasil, pengadilan adalah salah satu lembaga yang berotoritas untuk memeriksa, mengadili dan memutus perkara hukum.

Di sinilah prinsip hukum tersebut menunjukkan bahwa keadilan tidak muncul hanya dari kompromi, tetapi dari proses hukum yang memastikan hak dan kewajiban para pihak ditegakkan secara proporsional.

Sengketa yang dihadapi pengadilan perdata dapat mencakup berbagai bentuk hubungan hukum: wanprestasi dalam kontrak, perbuatan melawan hukum, sengketa waris, hingga perkara keluarga seperti pembagian harta bersama atau pengakuan anak.

Baca Juga

Menakar Kepastian Hukum Kekayaan Intelektual sebagai Agunan Kredit: Harmonisasi UU Jaminan Fidusia, PP Ekonomi Kreatif, dan POJK 19/2025
Menakar Kepastian Hukum Kekayaan Intelektual sebagai Agunan Kredit: Harmonisasi UU Jaminan Fidusia, PP Ekonomi Kreatif, dan POJK 19/2025
Kesalahan Umum dalam Penyusunan Gugatan yang Merugikan Klien
KUHAP & KUHP Baru: Ini Strategi Advokat Menangani Perkara

Setiap jenis sengketa memiliki karakteristik yang berbeda, namun semua tunduk pada asas yang sama: due process of law. Artinya, setiap pihak memiliki hak yang sama untuk didengar, membuktikan dalilnya, dan memperoleh putusan yang adil dari hakim yang independen.

Proses penegakan hukum perdata tidak berhenti pada satu tingkat pemeriksaan. Melalui upaya hukum seperti banding, kasasi, dan peninjauan kembali, sistem peradilan memberi ruang untuk mengoreksi kekeliruan penerapan hukum atau penilaian fakta.

Peran Pengadilan di Luar Sengketa dan Pasca Putusan

Masih terkait dengan pemeriksaan perkara dan membentuk putusan sengketa, peran pengadilan dalam penegakan hukum perdata tidak selesai di pelayanan tersebut. Saat perkara sudah diputus, pengadilan juga punya fungsi yang tak kalah strategis untuk memastikan implementasi dari keadilan yang dilayani di lapangan. 

Pelaksanaan eksekusi putusan

Pengadilan berwenang menjalankan eksekusi terhadap putusan perdata yang telah berkekuatan hukum tetap. Dalam hal ini, pengadilan bertanggung jawab mengeksekusi agar pihak yang kalah dapat memenuhi putusan, baik berupa pembayaran ganti rugi, penyerahan barang, maupun pelaksanaan prestasi lainnya dengan bantuan dari juru sita. Tanpa fungsi ini, hukum dan keadilan bagian dan pekerjaan pengadilan hanya berhenti di hasil putusan tertulis. 

Pengakuan dan pelaksanaan putusan arbitrase. 

Meskipun arbitrase adalah forum penyelesaian sengketa di luar pengadilan, pelaksanaan putusannya masih bisa melibatkan pengesahan dari pengadilan negeri. Pengadilan memberikan exequatur sebagai bentuk pengakuan dan memastikan bahwa pelaksanaan putusan arbitrase berjalan sesuai hukum nasional. Ini menegaskan bahwa sistem peradilan tetap menjadi penjaga terakhir bagi efektivitas penyelesaian sengketa perdata, termasuk yang dilakukan di luar forum yudisial.

Fungsi non-kontentiosa

Di luar penyelesaian sengketa, pengadilan juga menangani permohonan yang bersifat penetapan, seperti penetapan ahli waris, pengesahan perkawinan, perwalian, hingga pengangkatan anak. Meski tampak administratif, fungsi ini sangat penting karena memberikan dasar legal atas status dan hak keperdataan seseorang, sekaligus menjaga ketertiban dalam hubungan hukum masyarakat.

Baca Juga: Prosedur Permohonan Peninjauan Kembali dalam Perdata


Gunakan Legal Hero Sekarang!

Legal Hero membantu advokat dan praktisi hukum menemukan strategi terbaik untuk menghadapi setiap perkara dengan keyakinan dan ketepatan.

Platform Riset Hukum Berbasis AI

Pangkas waktu, hemat biaya! Pelajari bagaimana Legal Hero AI permudah cara advokat bekerja. Dapatkan akses ke 5 juta dokumen hukum terverifikasi dengan ringkasan cerdas berbasis AI.
Coba Sekarang!
TAGGED:AdvokatHukum Perdata
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
ByJovita Priscilla
Menempuh studi hukum di President University yang berfokus pada bidang hukum korporasi, merger & akuisisi, serta arbitrase.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
LinkedInFollow
Artikel Terbaru
perjanjian pranikah
Perjanjian Pranikah: Definisi, Isi, dan Perlindungan Hukumnya
Februari 5, 2026
KBLI 2025 Berlaku, Anggaran Perusahaan Perlu Disesuaikan?
KBLI 2025 Berlaku, Anggaran Perusahaan Perlu Disesuaikan?
Januari 29, 2026
Keadaan Insolvensi dalam Praktik Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
Keadaan Insolvensi dalam Praktik Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
Januari 29, 2026
Tampilkan Lebih

Artikel Terkait

perbedaan advokat dan in-house counsel dan konsultan hukum
General

Jangan Sampai Keliru, Ini Perbedaan Peran Advokat, Konsultan Hukum, dan In-House Counsel

5 Menit Baca
yurisprudensi
General

Mengapa Yurisprudensi Penting dalam Praktik Hukum di Indonesia?

4 Menit Baca
klausul kontrak bermasalah
General

Klausul Kontrak yang Paling Sering Menjadi Sumber Sengketa Hukum

5 Menit Baca
General

Skill Wajib yang Harus Dimiliki Lawyer Muda di Era Digital

4 Menit Baca

Langganan Artikel Terbaru

Dapatkan informasi seputar hukum terkini langsung dari genggaman Anda.

Alamat:
The Kuningan Place IMO 1&2
Jl. Kuningan Utama Lot 15.
Jakarta Selatan, 12960.

Kontak:
+62 831-8797-0175
hello@hukumku.id

Topik Populer

  • Hukum Keluarga
  • Hukum Ketenagakerjaan
  • Hukum Bisnis
  • Hukum Perusahaan
  • Hukum Agraria

Produk

  • Konsultasi Hukum
  • Legal HeroBaru
  • Toko Hukum
  • Hukumku Bisnis
  • Gabung Jadi Mitra

Punya masalah hukum?

Ceritakan permasalahan hukum Anda bersama kami.
Hubungi Kami

Hukumku adalah platform konsultasi hukum online terpercaya yang menghubungkan pengguna dengan mitra advokat profesional di seluruh Indonesia. Dapatkan solusi hukum cepat dan praktis, mulai dari konsultasi via chat, pembuatan dokumen, hingga pendampingan sengketa untuk individu maupun bisnis.

© 2025 PT. Teknologi Legal Bersama

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Hukumku adalah platform konsultasi hukum online terpercaya yang menghubungkan pengguna dengan mitra advokat profesional di seluruh Indonesia. Dapatkan solusi hukum cepat dan praktis, mulai dari konsultasi via chat, pembuatan dokumen, hingga pendampingan sengketa untuk individu maupun bisnis.

© 2025 PT. Teknologi Legal Bersama

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
hukumku

Hukumku

Tim Hukumku

Hukumku

Halo, Ceritakan kebutuhan hukum Anda bersama kami.

Powered by Elementor

Chat Sekarang
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?