top of page

Daftar Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan tentang Perceraian


Apa saja yang ditanyakan terkait dengan perceraian oleh banyak orang? Simak selengkapnya di sini

Pertanyaan apa saja yang sering ditanyakan tentang perceraian? Bagi orang banyak, perkara perceraian memanglah merupakan proses yang kompleks dan seringkali menimbulkan banyak pertanyaan bagi pasangan yang ingin berpisah. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan dan menjawab beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan seputar perceraian untuk membantu Anda memahami aspek-aspek penting dari proses ini.


Bagaimana Proses Pengajuan Perceraian?

Hal pertama yang perlu dipersiapkan dalam mengajukan gugatan perceraian adalah menyiapkan beberapa dokumen penting, antara lain:


  • Surat nikah asli;

  • Salinan surat nikah sebanyak 2 lembar yang telah dilegalisir dan bermeterai;

  • Salinan Kartu Tanda Penduduk (“KTP”) dari penggugat;

  • Surat keterangan dari kelurahan jika tergugat/termohon tidak diketahui alamatnya dengan jelas;

  • Salinan Kartu Keluarga (“KK”);

  • Fotokopi akta kelahiran anak (jika memiliki anak) yang sudah bermaterai dan terlegalisir.


Kedua, anda perlu mengurus akta cerai di pengadilan agama dengan melakukan pendaftaran putusan perceraian dan membayar biaya pendaftaran sesuai dengan berbagai rinciannya


Berapa Lama Waktu yang Diperlukan untuk Sebuah Perceraian?

Waktu yang dibutuhkan untuk proses perceraian hingga selesai tergantung dari seberapa kompleksnya masalah yang dihadapi. Proses perceraian akan memakan waktu maksimal 6 bulan di tingkat pertama, baik di Pengadilan Negeri maupun di Pengadilan Agama. Apabila prosesi sidang berjalan lancar, maka diperlukan waktu 3 bulan sampai 4 bulan saja.



Apa yang Terjadi pada Aset Bersama dalam Perceraian?

Sebelum memutuskan pembagian harta bersama dalam perceraian, kita perlu memahami, bahwa di dalam perkawinan ada dua jenis kepemilikan harta, yaitu:


  • Tanpa perjanjian kawin, yaitu apabila suami dan istri tidak pernah membuat perjanjian kawin, maka antara suami dan istri tersebut terdapat percampuran harta

  • Dengan perjanjian kawin, yaitu apabila suami dan istri terdapat klausul pemisahan harta yang dituangkan dalam perjanjian kawin


Apabila suami istri memiliki perjanjian kawin, maka ketika bercerai tidak ada pembagian harta bersama. Jika tanpa perjanjian kawin, maka ketika bercerai harus melakukan pembagian harta bersama. 




Comments


bottom of page