top of page

Ingin Rujuk kembali Setelah Surat Cerai Keluar? Apakah Bisa?


Artikel ini menjelaskan proses dan syarat untuk rujuk kembali setelah mendapatkan surat cerai, serta langkah-langkah yang harus diambil.

Rujuk adalah sebuah istilah dalam pernikahan agama Islam yang merujuk pada upaya untuk mendamaikan pasangan yang sebelumnya telah bercerai dan menyatukan kembali mereka sebagai suami dan istri. Proses rujuk ini tentunya tidak mudah dan membutuhkan syarat-syarat tertentu agar bisa kembali menikah. Namun bagaimana cara rujuk setelah akta cerai keluar?


Dalam hukum pernikahan di Indonesia, tentunya pasangan diperbolehkan untuk rujuk walaupun surat cerai sudah keluar. Berikut ini adalah informasi mengenai rujuk kembali setelah surat cerai keluar.


Apakah Setelah Keluar Surat Cerai Bisa Rujuk Kembali?


Setelah keluar surat cerai, tentunya pasangan tersebut sudah sah cerai secara agama dan pengadilan negara. Dengan artian pasangan tersebut sudah tidak terikat lagi dan tidak dalam hubungan pernikahan. Akan tetapi, ternyata berdasarkan hukum islam dan hukum negara Indonesia, pernikahan yang telah berakhir dan sudah dikeluarkan surat cerai tetap bisa rujuk dengan beberapa syarat tertentu.


Untuk diketahui, perkawinan putus dengan tiga alasan yaitu kematian, perceraian, dan atas keputusan pengadilan. Demikian disebutkan dalam Pasal 38 Undang-Undang Perkawinan. Dan perceraian baru dianggap terjadi saat putusan cerai telah didaftarkan ke kantor pencatatan sipil di tempat perceraian itu terjadi (Pasal 34 ayat (2) jo. Pasal 35 Peraturan Pemerintah Pelaksanaan UU Perkawinan). Atas pencatatan tersebut akan diterbitkan akta cerai.


Hak rujuk cerai pasca akta cerai keluar, akan diurus berdasarkan ketentuan dalam Pasal 33 dan Pasal 34 Peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2019 tentang Pencatatan Pernikahan (“Permenag Nomor 20 tahun 2019”). Dalam Pasal 33, pasangan yang ingin rujuk cerai harus memberi tahu kepada kepala KUA (Kantor Urusan Agama) kecamatan setempat.


Bagi mantan pasangan yang beragama Islam, apabila ingin rujuk kembali dengan pasangan mereka, perlu diketahui terlebih dahulu apakah mereka masih dalam masa iddah atau tidak. Jika masih dalam masa iddah, mereka dapat kembali rujuk tanpa harus melalui perkawinan resmi.


Proses rujuk dapat dilakukan dengan kedua pasangan mengunjungi pegawai pencatat nikah di Kantor Urusan Agama (KUA). Suami kemudian mengucapkan ikrar rujuk, dan keduanya menandatangani buku pendaftaran rujuk.


Dengan buku pendaftaran rujuk sebagai bukti, kedua pasangan harus mengunjungi pengadilan agama yang sebelumnya menangani perceraian mereka untuk mengambil kembali buku nikah yang sebelumnya diserahkan kepada majelis hakim.


Namun, rujuk tidak dapat dilakukan jika suami telah memberikan talak tiga kepada istrinya. Pernikahan baru dapat dilakukan jika mantan istri menikah terlebih dahulu dengan laki-laki lain dan kemudian bercerai.


Syarat untuk Rujuk Setelah Cerai


Untuk dapat melangsungkan pernikahan dan tercatat di Kantor Urusan Agama (“KUA”), terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui, yaitu:

Pendaftaran kehendak nikah


Dilansir dari sumber Persyaratan Nikah di KUA (Kantor Urusan Agama), kedua mempelai melakukan pendaftaran kehendak nikah di KUA kecamatan tempat akad nikah akan dilaksanakan, secara tertulis dengan mengisi formulir permohonan dan melampirkan, di antaranya:

  • Fotokopi kartu tanda penduduk (“KTP”)/resi surat keterangan telah melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (“KTP-el”) bagi yang sudah berusia 17 tahun atau sudah pernah melangsungkan nikah.

  • Fotokopi kartu keluarga (“KK”).

  • Akta cerai atau kutipan buku pendaftaran talak atau buku pendaftaran cerai bagi mereka yang perceraiannya terjadi sebelum berlakunya UU Peradilan Agama.


Menurut ketentuan di atas, fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) merupakan dokumen yang harus dilampirkan dalam pendaftaran kehendak nikah. Selain itu, karena Anda telah bercerai sebelumnya, Anda juga harus melampirkan akta cerai.


Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan/Penghulu akan memeriksa dokumen-dokumen tersebut dengan Anda, mantan pasangan Anda sebagai calon suami istri, dan wali Anda. Tujuannya adalah untuk memastikan apakah ada halangan untuk menikah atau tidak.


Persyaratan untuk rujuk setelah cerai adalah dokumen-dokumen yang jumlahnya tidak begitu banyak , akan tetapi prosesnya agak sedikit kompleks dan membutuhkan waktu. Ditambah lagi harus adanya pertimbangan dari pengadilan dan KUA untuk memutuskan status rujuk perkawinan anda


Jika dapat dibuktikan melalui akta cerai bahwa Anda dan pasangan Anda telah bercerai, dan perceraian tersebut memungkinkan kawin kembali, Anda dan mantan pasangan Anda tetap dapat melangsungkan pernikahan meskipun belum memperbarui informasi di KTP dan KK. Hal ini karena tidak termasuk dalam halangan untuk menikah yang diatur dalam Pasal 8 UU Perkawinan maupun Bab VI Buku I KHI tentang Larangan Kawin.


Persyaratan untuk rujuk setelah cerai adalah dokumen-dokumen yang jumlahnya tidak begitu banyak , akan tetapi prosesnya agak sedikit kompleks dan membutuhkan waktu. Ditambah lagi harus adanya pertimbangan dari pengadilan dan KUA untuk memutuskan status rujuk perkawinan anda



Bagaimana Cara Rujuk Setelah Surat Cerai Keluar


Berikut ini adalah cara-cara yang harus anda tempuh untuk melakukan rujuk secara resmi menurut dasar hukum yang berlaku.


1. Pendaftaran untuk rujuk


Setelah mengetahui persyaratannya, Anda dapat mengajukan proses rujuk ke kantor agama sesuai dengan domisili masing-masing, dengan menyertakan keterangan bahwa Anda dan pasangan telah bercerai sebelumnya. Lebih baik lagi jika proses ini diurus di tempat Anda dan pasangan tersebut bercerai. Untuk prosesnya, berikut adalah langkah-langkah inti dari rujuk tersebut.


Langkah pertama adalah mengisi buku pendaftaran rujuk, yang mana melibatkan kesepakatan tentang waktu sidang perkara yang ditetapkan oleh majelis hakim. Dalam proses ini, hukum langsung menjadi mediator karena perceraian memiliki dasar dan faktor yang harus dijelaskan.


Setelah langkah-langkah itu selesai, proses rujuk setelah keluarnya akta cerai akan diurus sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Pasal 33 dan Pasal 34 Peraturan Menteri Agama Nomor 20 tahun 2019 tentang pencatatan pernikahan. Menurut Pasal 33, Anda harus memberitahukan kepada kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan.


2. Pemeriksaan dokumen


Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan atau Penghulu melakukan pemeriksaan dokumen pernikahan dengan menghadirkan calon suami, calon istri, dan wali untuk memastikan tidak ada halangan untuk menikah.


Jika dokumen pernikahan dinyatakan lengkap, hasil pemeriksaan tersebut dicatat dalam lembar pemeriksaan nikah yang ditandatangani oleh calon suami, calon istri, wali, dan Kepala KUA Kecamatan atau Penghulu.


3. Pengumuman kehendak nikah dan pelaksanaan pencatatan nikah


Selanjutnya, Kepala KUA Kecamatan/Penghulu mengumumkan kehendak nikah pada tempat tertentu di KUA Kecamatan atau media lain yang dapat diakses oleh masyarakat.


Kemudian, kedua mempelai melangsungkan akad nikah di hadapan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan atau Penghulu yang berwenang di tempat di mana akad nikah dilaksanakan, sesuai dengan tanggal yang telah disepakati sebelumnya. Proses ini memenuhi rukun nikah, yaitu melibatkan calon suami istri, wali, dua orang saksi, dan ijab qabul.


Setelah akad nikah dilangsungkan, dilakukan pencatatan nikah dalam Akta Nikah oleh kepala KUA Kecamatan. Akta nikah tersebut ditandatangani oleh suami, istri, wali, saksi, penghulu, dan kepala KUA Kecamatan.


4. Penyerahan buku nikah


Buku nikah diberikan kepada suami dan istri sesaat setelah proses akad nikah selesai dilaksanakan.



Hukumku Sebagai Solusi Setiap Masalah Hukum Anda


Permasalahan pelik mengenai perceraian dalam pernikahan memang kerap terjadi bagi sebagian orang. Sebagian orang bahkan memilih untuk rujuk setelah ada surat cerai dikarenakan ingin kembali berbagi kasih dan memperbaiki hubungannya. Akan tetapi, proses hukum yang berlaku mengenai proses perceraian dan rujuk terkadang terasa sulit bagi sebagian orang.


Daripada anda mencari tahu informasi dari sumber yang belum tentu benar, alangkah baiknya anda mengunjungi Hukumku untuk konsultasi seputar masalah perceraian dan rujuk yang anda alami. Hukumku adalah platform mitra advokat hukum berbasis real time yang bisa memudahkan anda untuk mendapatkan bantuan hukum. Ayo download Hukumku sekarang juga



   


Comments


bottom of page