• Artikel
  • Topik Hukum
    • Perusahaan & Bisnis
    • Pertanahan & Properti
    • Keluarga
    • HAKI
    • Pidana
    • Perdata
  • Tentang Kami
Membaca Jika Pembeli Tidak Membayar: Hak dan Tindakan Hukum yang Dapat Diambil
Konsultasi
Font ResizerAa
  • Bisnis
  • Perusahaan
  • Keluarga
  • Pidana
  • Perdata
  • Pertanahan
Search
  • Blog
  • Tentang Kami
  • Kontak
Ikuti Kami
  • Konsultasi Hukum
  • Legal HeroBaru
  • Toko Hukum
  • Hukumku Bisnis
  • Gabung Jadi Mitra
Copyright © 2026 PT. Teknologi Legal Bersama
General

Jika Pembeli Tidak Membayar: Hak dan Tindakan Hukum yang Dapat Diambil

hukumku
By
Tim Penulis
Terakhir Diperbarui Juni 13, 2025
6 Menit Baca
Jika Pembeli Tidak Membayar: Hak dan Tindakan Hukum yang Dapat Diambil
Bagikan

Sebagai penjual, terkadang Anda akan menemukan situasi jika pembeli tidak membayar. Adanya pembeli yang tidak membayar bisa menimbulkan masalah besar bagi penjual. Tidak hanya berdampak pada aliran kas, tetapi juga pada operasional dan kelangsungan bisnis. 

Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai dasar hukum kewajiban pembayaran dalam transaksi jual beli, konsekuensi hukum bagi pembeli yang tidak membayar, dan langkah-langkah hukum yang dapat diambil oleh penjual.

Daftar Isi
  • Dasar Hukum Kewajiban Pembayaran dalam Transaksi
  • Konsekuensi Hukum untuk Pembeli yang Tidak Membayar
  • Langkah Hukum yang Dapat Diambil oleh Penjual
  • Konsultasikan Masalah Hukum Anda dengan Hukumku

Dasar Hukum Kewajiban Pembayaran dalam Transaksi

Dalam transaksi jual beli, kewajiban pembayaran diatur dalam ketentuan perundang-undangan. Salah satu dasar hukum yang relevan adalah ketentuan Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) yang menyebutkan bahwa:

“jual beli adalah suatu perjanjian, dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu barang, dan pihak yang lain untuk membayar harga yang telah dijanjikan”. Pasal ini secara jelas menetapkan kewajiban bagi pembeli untuk melakukan pembayaran.

Berdasarkan bunyi Pasal tersebut, maka kedua belah pihak memiliki kewajiban secara hukum baik penjual untuk menyerahkan barang dagangannya kepada pihak pembeli yang wajib membayar sejumlah uang sebagai ganti barang tersebut. 

Selain itu, ketentuan Pasal 1238 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata juga mengatur mengenai hak bagi penjual untuk menegur pembeli yang tidak melakukan pembayaran. Ketidakpatuhan pembeli dapat mengakibatkan implikasi hukum yang serius, seperti dikenakannya denda atau bunga keterlambatan.

Baca Juga

Pentingnya Majority Vote Kreditur dalam Proses Pengajuan PKPU & Kepailitan
Pentingnya Majority Vote Kreditur dalam Proses Pengajuan PKPU & Kepailitan
klausul kontrak bermasalah
Klausul Kontrak yang Paling Sering Menjadi Sumber Sengketa Hukum
tahapan beracara perdata
Tahapan Beracara Perdata dari Gugatan hingga Eksekusi Putusan

Konsekuensi Hukum untuk Pembeli yang Tidak Membayar

Jika Pembeli tidak membayar, terdapat beberapa konsekuensi hukum yang harus diterima. Salah satunya adalah tuntutan perdata. Dalam hal ini, penjual dapat mengajukan gugatan ke pengadilan untuk menuntut pembayaran yang tertunda beserta kompensasi atas kerugian yang dialami. 

Karena jual beli pada dasarnya merupakan suatu perjanjian antara  pembeli dan penjual berdasarkan ketentuan Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, maka kegagalan pembeli untuk menunaikan kewajibannya untuk membayar sejumlah uang yang seharusnya dibayarkan olehnya merupakan bentuk wanprestasi sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 1243 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata mengenai wanprestasi. 

Menurut R. Subekti, dalam bukunya yang berjudul Hukum Perjanjian, salah satu bentuk wanprestasi atau ingkar janji adalah tidak melakukan apa yang telah dijanjikan untuk dilakukan olehnya. Pembeli yang tidak membayar merupakan contoh yang tepat dari kategori wanprestasi tersebut. Sehingga berdasarkan ketentuan Pasal 1243 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata jo. Pasal 163 HIR. 

Selain tuntutan perdata, pembeli juga dapat dikenakan sanksi pidana jika terbukti ada unsur penipuan. Misalnya, jika pembeli sengaja memberikan cek kosong atau informasi palsu untuk menghindari pembayaran, hal ini dapat dikategorikan sebagai tindakan pidana penipuan berdasarkan Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Sanksi pidana yang dapat dijatuhkan meliputi penjara paling lama 4 tahun. 

Langkah Hukum yang Dapat Diambil oleh Penjual

Sebagai penjual, tentunya jika pembeli tidak membayar akan sangat merugikan bisnis. Oleh karena itu, terdapat langkah hukum yang dapat penjual ambil. Penjual memiliki beberapa opsi langkah hukum yang dapat diambil untuk menagih pembayaran dari pembeli yang tidak membayar. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diambil:

1. Mengirimkan Surat Peringatan atau Somasi

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengirimkan surat peringatan kepada pembeli. Surat ini berfungsi untuk mengingatkan pembeli tentang kewajibannya dan memberikan tenggat waktu untuk menyelesaikan pembayaran. Dasar hukumnya adalah ketentuan Pasal 1238 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

2. Mengajukan Gugatan Perdata

Jika surat peringatan tidak membuahkan hasil, penjual dapat mengajukan gugatan perdata di pengadilan. Proses ini melibatkan penyusunan dan pengajuan dokumen-dokumen hukum, serta menghadiri sidang pengadilan. Dasar hukumnya adalah ketentuan Pasal 1243 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata jo. Pasal 163 HIR.

3. Mediasi

Penjual juga dapat mempertimbangkan mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa. Mediasi memungkinkan kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan melalui bantuan mediator independen tanpa harus melalui proses pengadilan yang panjang dan mahal. Dasar hukumnya adalah ketentuan Pasal 1 angka 1 Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016.

4. Arbitrase

Selain mediasi, arbitrase juga dapat menjadi pilihan untuk menyelesaikan sengketa pembayaran. Arbitrase adalah proses penyelesaian sengketa di luar pengadilan yang mengikat kedua belah pihak. Keputusan yang dihasilkan dalam proses arbitrase bersifat final dan mengikat, sehingga dapat memberikan solusi yang lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan proses litigasi di pengadilan. Dasar hukumnya adalah ketentuan Pasal 1 angka 1  Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999. 

Baca Juga: Mengelola Bisnis Keluarga: Tantangan dan Aspek Hukum.

Konsultasikan Masalah Hukum Anda dengan Hukumku

Jika Anda menghadapi masalah hukum terkait situasi jika pembeli tidak membayar, sangat penting untuk mendapatkan nasihat hukum yang tepat. Hukumku adalah platform konsultasi hukum yang dapat membantu Anda memahami hak dan langkah-langkah hukum yang dapat diambil. Dengan tim ahli yang berpengalaman, Hukumku siap memberikan solusi terbaik untuk masalah hukum Anda.

Yuk, mulai konsultasikan masalah hukum Anda kapan saja dan dimana saja lewat Aplikasi Hukumku. Download Aplikasi Hukumku sekarang! 

TAGGED:Hukum BisnisHukum Perdata
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
LinkedInFollow
Artikel Terbaru
peradi sai x hukumku
Hukumku Resmi Gandeng PERADI SAI, Perkuat Digitalisasi Layanan dan Kompetensi Advokat
Januari 22, 2026
direksi dengan 51% saham
Pengaruh Kepemilikan Saham 51 Persen: Kekuatan Pengendali dan Dampaknya dalam Struktur Perusahaan
Januari 22, 2026
Pentingnya Majority Vote Kreditur dalam Proses Pengajuan PKPU & Kepailitan
Pentingnya Majority Vote Kreditur dalam Proses Pengajuan PKPU & Kepailitan
Januari 20, 2026
Tampilkan Lebih

Artikel Terkait

perbedaan klausula baku dan perjanjian baku dalam kontrak
General

Klausula Baku vs Perjanjian Baku: Perbedaan, Regulasi, dan Penyelesaiannya

4 Menit Baca
alat bukti
General

Alat Bukti dalam Perkara Perdata: Jenis, Kekuatan, dan Strategi Penggunaan

6 Menit Baca
shadow director
General

Shadow Directors dalam Perseroan Terbatas: Apakah Bisa Dipidana?

4 Menit Baca
insider trading
General

Menelisik Praktik Insider Trading dan Implikasinya terhadap Tanggung Jawab Manajemen

5 Menit Baca

Langganan Artikel Terbaru

Dapatkan informasi seputar hukum terkini langsung dari genggaman Anda.

Alamat:
The Kuningan Place IMO 1&2
Jl. Kuningan Utama Lot 15.
Jakarta Selatan, 12960.

Kontak:
+62 831-8797-0175
hello@hukumku.id

Topik Populer

  • Hukum Keluarga
  • Hukum Ketenagakerjaan
  • Hukum Bisnis
  • Hukum Perusahaan
  • Hukum Agraria

Produk

  • Konsultasi Hukum
  • Legal HeroBaru
  • Toko Hukum
  • Hukumku Bisnis
  • Gabung Jadi Mitra

Punya masalah hukum?

Ceritakan permasalahan hukum Anda bersama kami.
Hubungi Kami

Hukumku adalah platform konsultasi hukum online terpercaya yang menghubungkan pengguna dengan mitra advokat profesional di seluruh Indonesia. Dapatkan solusi hukum cepat dan praktis, mulai dari konsultasi via chat, pembuatan dokumen, hingga pendampingan sengketa untuk individu maupun bisnis.

© 2025 PT. Teknologi Legal Bersama

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Hukumku adalah platform konsultasi hukum online terpercaya yang menghubungkan pengguna dengan mitra advokat profesional di seluruh Indonesia. Dapatkan solusi hukum cepat dan praktis, mulai dari konsultasi via chat, pembuatan dokumen, hingga pendampingan sengketa untuk individu maupun bisnis.

© 2025 PT. Teknologi Legal Bersama

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
hukumku

Hukumku

Tim Hukumku

Hukumku

Halo, Ceritakan kebutuhan hukum Anda bersama kami.

Powered by Elementor

Chat Sekarang
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?