top of page

Barang ditahan Bea Cukai? Kenali Penyebab dan Solusinya


Artikel ini menjelaskan penyebab umum penahanan barang oleh Bea Cukai, tindakan yang dapat Anda ambil, dan tips untuk mencegah penahanan.

Anda mungkin sering melihat di lini masa perihal banyak orang-orang yang barangnya ditahan Bea Cukai. Peristiwa ini memang sering terjadi, bisa dikarenakan ketidaktahuan maupun memang sengaja melanggar. 


Sekilas, bahan yang ditahan di bea cukai memang terdengar sulit untuk diselesaikan hingga barang tersebut kembali di tangan anda. Maka dari itu pelajarilah penyebab dan solusi barang ditahan di Bea Cukai pada artikel ini.


Penyebab Barang Ditahan oleh Bea Cukai


Ada beberapa penyebab kenapa barang bisa ditahan Bea Cukai. Penyebab barang ditahan oleh Bea Cukai dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan, mulai dari yang tinggi hingga yang rendah. Tingkat keparahan yang tinggi mungkin disebabkan oleh barang yang dilarang untuk diimpor ke Indonesia, sedangkan tingkat keparahan yang rendah mungkin disebabkan oleh ketidaklengkapan dokumen yang diwajibkan.


1. Consignee yang kurang berpengalaman


Consignee atau penerima barang yang Anda percayakan di Indonesia untuk menangani barang impor Anda mungkin tidak memiliki izin impor atau dokumen pendukung yang diperlukan. Beberapa jenis barang membutuhkan lebih banyak dokumen daripada sekadar izin impor.


2. Forwarder tak bertanggung jawab


Pengirim barang impor Anda di Indonesia mungkin tidak memberitahu Anda tentang dokumen yang wajib diserahkan kepada Bea Cukai. Inilah sebabnya mengapa barang Anda ditahan begitu tiba di wilayah Indonesia.


3. pemeriksaan jalur merah


Pemeriksaan Jalur Merah (PJM) adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan pada barang impor tertentu, selain dari verifikasi dokumen. Karena itu, umum bagi penyedia layanan impor atau ekspor untuk menggunakan layanan pintu-ke-pintu agar tidak perlu membayar pajak dan cukai kepada Bea Cukai Indonesia.


Namun, pada bulan Juli 2017, pemerintah Indonesia menerapkan regulasi baru untuk menghentikan jenis layanan tersebut di Indonesia. Penghentian ini menyebabkan banyak barang impor ditahan karena tidak membayar pajak dan tidak memiliki dokumen resmi.


4. Dokumentasi yang tidak lengkap atau akurat


Penahanan barang di Bea Cukai seringkali disebabkan oleh dokumentasi yang tidak lengkap atau tepat. Hal ini dapat melibatkan informasi yang hilang atau salah tentang barang, penerima impor, atau negara asalnya.


Selain itu, ada juga beberapa jenis barang yang memerlukan perizinan tambahan dari pemerintah Indonesia sebelum dapat diimpor. Contohnya, kosmetik, farmasi, dan peralatan IT semuanya membutuhkan perizinan tambahan.


5. Pemeriksaan fisik


Petugas Bea Cukai dapat memilih barang untuk pemeriksaan fisik guna memverifikasi keakuratan dokumen impor atau untuk mendeteksi barang selundupan. Proses pemeriksaan fisik ini dapat memakan waktu beberapa hari atau bahkan beberapa minggu untuk diselesaikan.


Langkah-langkah yang Harus Dilakukan jika Barang Ditahan


Lalu, bagaimana jika barang Anda sudah terlanjur tertahan di bea cukai? Apa yang harus dilakukan? berikut ini adalah solusi untuk barang yang ditahan bea cukai.


1. Hubungi broker pengiriman atau broker bea cukai anda


Broker pengiriman atau broker bea cukai anda dapat memberikan informasi kepada anda tentang status barang anda dan membantu anda menyelesaikan masalah apapun yang mencegahnya dilepaskan.


2. Membayar biaya ke PIB


Setelah mengisi formulir pembebasan bea cukai Indonesia, langkah pertama adalah membayar biaya ke PIB. Biaya ini mencakup pajak impor, pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, dan biaya consignee. Total biaya untuk melepaskan barang dari bea cukai dapat cukup tinggi.


3. Proses Lelang


Selanjutnya Anda bisa mengatasi barang yang ditahan di Bea Cukai dengan melakukan lelang barang. Tentunya langkah satu ini dapat menjadi salah satu alternatif yang melibatkan barang dalam mekanisme pelelangan.


Proses lelang ini nantinya akan melibatkan penawaran barang, yang nantinya akan dijual kepada Penawar tertinggi. Biasanya pihak Bea Cukai tersebut dapat Anda berikan wewenang, untuk melelang barang sesuai proses bidding.


4. Lengkapi Dokumen Pendukung


Petugas bea cukai memerlukan dokumen-dokumen tertentu untuk menghitung pajak dan bea masuk yang diperlukan. Untuk menghindari kesalahan perhitungan dan keterlambatan, pastikan semua dokumen pendukung Anda lengkap dan akurat. Ini termasuk faktur, daftar isi barang, surat pengiriman, dan dokumen lain yang relevan.



Cara Mencegah Barang Agar Tidak Ditahan oleh Bea Cukai


Berikut ini merupakan tindakan preventif agar barang anda tidak ditahan oleh bea cukai:

  1. Memeriksa kondisi dan kemasan barang hingga memenuhi standar keselamatan

  2. Patuhi Pajak dan Bea masuk sesuai peraturan

  3. Mengurus PIB dan mengikuti PJM, serta melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan

  4. Memperoleh izin dan lisensi yang diperlukan sesuai dengan barang

  5. Menyertakan informasi yang jelas dan juga informasi tambahan yang mungkin dibutuhkan




Comments


bottom of page