• Artikel
  • Topik Hukum
    • Perusahaan & Bisnis
    • Pertanahan & Properti
    • Keluarga
    • HAKI
    • Pidana
    • Perdata
  • Tentang Kami
Membaca Mengenal Tahapan Siklus Akuntansi, Pengertian dan Tujuannya
Konsultasi
Font ResizerAa
  • Bisnis
  • Perusahaan
  • Keluarga
  • Pidana
  • Perdata
  • Pertanahan
Search
  • Blog
  • Tentang Kami
  • Kontak
Ikuti Kami
  • Konsultasi Hukum
  • Legal HeroBaru
  • Toko Hukum
  • Hukumku Bisnis
  • Gabung Jadi Mitra
Copyright © 2026 PT. Teknologi Legal Bersama
General

Mengenal Tahapan Siklus Akuntansi, Pengertian dan Tujuannya

hukumku
By
Tim Penulis
Terakhir Diperbarui Mei 13, 2025
9 Menit Baca
Mengenal Tahapan Siklus Akuntansi, Pengertian dan Tujuannya
Bagikan

Siklus akuntansi menjadi salah satu poros penting dalam sistem informasi keuangan perusahaan dan biasanya dikerjakan oleh seorang akuntan. Adapun tahapan siklus akuntansi dilakukan mulai awal tahun dan ditutup pada akhir tahun.

Apa saja tahapan dalam siklus akuntansi? Artikel ini membahas apa itu siklus akuntansi yang biasa dilakukan oleh sejumlah perusahaan. Selain itu, menjelaskan juga apa tujuan dari siklus akuntansi, contoh-contoh yang relevan, dan berbagai tahapan dalam pembuatannya.

Daftar Isi
  • Apa Itu Siklus Akuntansi?
  • Apa Tujuan dari Siklus Akuntansi?
  • Apa Saja Tahapan dalam Siklus Akuntansi?
  • Kesimpulan

Apa Itu Siklus Akuntansi?

Berdasarkan ungkapan Dina Fitria (2014), siklus akuntansi adalah proses yang dilaksanakan ketika transaksi terjadi. Berbagai penerapannya secara umum melibatkan pencatatan, penggabungan, dan penyajian data keuangan.

Dengan begitu, sejumlah catatan bukti transaksi perusahaan akan dikumpulkan menjadi satu agar bisa menjadi laporan akuntansi. Seperti yang telah disebut sebelumnya, siklus akuntansi dipraktikan selama setahun agar bisa menyusun catatan keuangan yang akurat.

Hasil dari laporan tersebut kemudian masuk tahapan reverse, sebelum memasuki buku baru di tahun selanjutnya. Oleh karena itu, aktivitas ini disebut “siklus” lantaran terus berjalan setiap tahun dan sifatnya berulang-ulang.

Lantas, bagaimana siklus ini membantu dalam penyusunan laporan keuangan yang akurat? Jawaban ini sekiranya baru kita bisa dapatkan setelah membaca secara lengkap artikel, mengingat ada beberapa tahapan penting dalam siklus akuntansi.

Baca Juga

KBLI 2025 Berlaku, Anggaran Perusahaan Perlu Disesuaikan?
KBLI 2025 Berlaku, Anggaran Perusahaan Perlu Disesuaikan?
direksi dengan 51% saham
Pengaruh Kepemilikan Saham 51 Persen: Kekuatan Pengendali dan Dampaknya dalam Struktur Perusahaan
Pentingnya Majority Vote Kreditur dalam Proses Pengajuan PKPU & Kepailitan
Pentingnya Majority Vote Kreditur dalam Proses Pengajuan PKPU & Kepailitan

Namun secara garis besar siklus akuntansi akan mencatat pembukuan keuangan secara up to date dan terus-menerus disesuaikan. Dengan kata lain, setiap rincian transaksi masuk ataupun keluar dari bagian keuangan akan diidentifikasi, dicatat, dan dibukukan untuk menyusun laporan yang akurat.

Apa Tujuan dari Siklus Akuntansi?

Siklus akuntansi mempunyai berbagai macam tujuan yang secara garis besar bersifat positif untuk kepentingan perusahaan. Apa saja manfaat dari siklus akuntansi? Simak daftar tujuan berikut untuk mengetahui penjelasannya.

1. Memastikan Akurasi Data Keuangan

Akurasi data keuangan merupakan hal krusial yang perlu diperhatikan setiap perusahaan, mengingat angka kecil saja bisa mengubah perhitungan total. Oleh sebab itu, siklus akuntansi dilakukan untuk memastikan keakuratan data.

2. Mencegah Kesalahan dan Kecurangan

Kesalahan/ketidaktepatan beserta kecurangan tentu ada saja potensinya di sebuah perusahaan. Agar keduanya tidak terjadi, pengusaha lewat akuntan sebaiknya mencatat secara up to date lewat siklus akuntansi.

3. Mempermudah Proses Audit dan Review Eksternal

Laporan keuangan berjangka waktu lewat siklus akuntansi sebuah perusahaan dapat membantu tim audit ketika mereka hendak melakukan aktivitasnya. Begitu juga ketika ada review eksternal, data terbaru sudah tersedia untuk langsung diakses.

4. Mendukung Pengambilan Keputusan Bisnis yang Tepat

Berbagai keputusan bisnis sekiranya wajib memperhatikan kondisi keuangan perusahaan. Berkat adanya siklus akuntansi yang mencatat segala transaksi, perundingan terkait perjalanan bisnis berikutnya bisa diterka peluang ataupun risikonya.

Apa Saja Tahapan dalam Siklus Akuntansi?

Terdapat berbagai macam variasi tentang tahapan dalam siklus akuntansi, namun secara umum dimulai dari proses mengidentifikasi transaksi. Tahapan tersebut pernah disampaikan Akhmad Priharjanto, Dosen PKN STAN, lewat video di laman Kemenkeu Learning Center.

Berikut ini tahapan dalam siklus akuntansi menurutnya.

1. Identifikasi Transaksi

Tahapan siklus akuntansi dimulai dengan adanya sebuah transaksi. Oleh sebab itu, perusahaan wajib mengidentifikasi berbagai transaksi yang telah terjadi.

Sebut contoh konkretnya ada pemasukan dari hasil pembelian barang oleh pihak ketiga. Kemudian, mengidentifikasi pula pengeluaran yang dibutuhkan untuk menjalankan transaksi atau jika memang ada pengeluaran untuk beli suatu barang.

2. Jurnal

Setelah mengidentifikasi, perusahaan lewat tim akuntan mencatat rincian transaksi yang terjadi di dalam sebuah jurnal. Pencatatannya meliputi pemasukan maupun pengeluaran dari berbagai aktivitas yang dilakukan.

Adapun jurnal ini harus dibuat serinci mungkin agar tidak mengalami kesalahan data. Pisahkan bagian uang yang masuk, bagian uang yang keluar, selisih dari kedua jenis transaksi, utang, kas, hingga piutang.

3. Posting

Dalam siklus akuntansi dikenal istilah buku besar akuntansi, alat yang dipakai perusahaan untuk mencatat transaksi keuangan. Jurnal yang berisi catatan transaksi pada tahap kedua diposting ke buku besar.

Buku besar tersebut merupakan representasi dari hasil pencatatan sebelumnya, kemudian ditambahkan pula bagan akun yang aktif.

Akun merupakan catatan akuntansi individual yang memperlihatkan pengurangan atau penambahan aset, ekuitas, maupun liabilitas, seperti ditulis.

4. Neraca Saldo

Posting buku besar yang telah dilakukan akan dijadikan dasar pembuatan neraca saldo. Mengutip laman Binus University, neraca saldo adalah laporan yang isinya mencakup jenis nama akun dan saldonya masing-masing.

Namun demikian, neraca saldo kemungkinan akan ketinggalan jika tidak dilakukan pencatatan baru. Aktivitas itu diterapkan melalui penyesuaian, dijelaskan pada poin kelima tahapan siklus akuntansi berikut.

5. Penyesuaian

Neraca saldo yang sudah ada sebelumnya tidak selalu menyertakan data terbaru (up to date). Oleh sebab itu, diperlukan kegiatan penyesuaian terkait transaksi beserta saldo tiap jenis akun supaya akurat secara data.

Sebut contohnya akun jenis A yang mencatat pemasukan ternyata belum sesuai dengan kondisi sekarang. Perusahaan pun bisa memastikan berjalannya penyesuaian terlebih dahulu sebelum masuk tahap berikutnya.

6. Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Hasil dari proses penyesuaian neraca saldo akan memunculkan “neraca saldo setelah penyesuaian” dan memuat informasi keuangan terbaru. Akurasi data pada tahapan ini terbilang lebih akurat dibanding neraca yang belum disesuaikan.

Kendati demikian, data tiap akun yang tercantum di dalam neraca saldo terbaru ini masih harus melewati berbagai tahapan lain. Tepat setelah disesuaikan, hasil neracanya bisa disusun ke dalam bentuk laporan keuangan.

7. Menyusun Laporan Keuangan

Penyesuaian yang sudah dijalankan maupun neraca saldo terbaru yang telah dibuat, dapat dituangkan ke dalam laporan keuangan. PPM School menyebutkan bahwa laporan keuangan bisa dibentuk ketika aktiva dan pasiva di neraca saldo selaras.

Adapun laporan keuangan berisi banyak hal, mulai dari laporan perubahan modal, laporan laba rugi, dan laporan pengaliran atau arus kas. Kemudian melampirkan pula neraca yang berisi solvabilitas, likuiditas, dan solvabilitas sebagai rincian lainnya.

8. Jurnal Penutup

Langkah terakhir dalam siklus akuntansi adalah melakukan penutupan melalui “jurnal penutup”. Kegiatan ini biasanya dijalankan ketika akhir periode akuntansi atau akhir tahun, tugasnya menutup rekening laba rugi atau rekening nominal.

Setiap nilai dari kedua akun wajib disetel ke angka 0 (nol) agar terlihat aliran yang masih berjalannya. Fungsi jurnal penutup sebagai tahapan akhir beragam, misal dipakai untuk melakukan evaluasi akuntansi dan kegiatan bisnis perusahaan.

9. Neraca Saldo setelah Penutupan

Tahapan siklus akuntansi pada poin ke sembilan ini berbeda dari neraca sebelumnya, di mana sifatnya hanya opsional. Keterangan yang dicantumkan di dalam neraca saldo pasca penutupan adalah saldo yang masih ada meski jurnal ditutup.

10. Reversing atau Jurnal Pembalik

Jurnal pembalik, reversing, atau reverse entry, dilakukan perusahaan saat memasuki periode baru (bulan Januari). Tahapan ini bersifat opsional, namun sangat penting fungsinya jika masih ada pencatatan transaksi berulang dalam periode berikutnya.

Contohnya ada perusahaan yang memang sudah berlangganan transaksi atau pengeluaran rutin tahunan pengusaha untuk menjalankan bisnisnya. Semua itu sudah diterka melalui jurnal pembalik yang dibuat.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, siklus akuntansi dapat didefinisikan sebagai pencatatan bukti transaksi keuangan yang dilakukan untuk membuat laporan keuangan. Pelaksanaan siklus ini tahunan, dimulai bulan Januari sampai Desember.

Adapun tujuan utama dari siklus akuntansi adalah memastikan akurasi data keuangan, memfasilitasi pelaporan keuangan, mencegah kesalahan dan kecurangan, mempermudah proses audit dan review eksternal, serta mendukung pengambilan keputusan bisnis yang tepat.

Perusahaan bisa menjalankannya melalui 10 tahapan, mulai dari mengidentifikasi transaksi, pembuatan jurnal, posting, neraca saldo, penyesuaian, neraca saldo pasca penyesuaian, laporan keuangan, neraca saldo setelah penutupan, dan jurnal pembalik (reversing).

Anda tentunya sebagai pemilik perusahaan menginginkan solusi terbaik terkait laporan keuangan dan siklusnya. Oleh sebab itu, siklus akuntansi bisa dipraktikan oleh tim akuntansi perusahaan demi berbagai kepentingan positif.

TAGGED:Hukum PerusahaanKeuangan
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
LinkedInFollow
Artikel Terbaru
KBLI 2025 Berlaku, Anggaran Perusahaan Perlu Disesuaikan?
KBLI 2025 Berlaku, Anggaran Perusahaan Perlu Disesuaikan?
Januari 29, 2026
Keadaan Insolvensi dalam Praktik Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
Keadaan Insolvensi dalam Praktik Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
Januari 29, 2026
Menakar Kepastian Hukum Kekayaan Intelektual sebagai Agunan Kredit: Harmonisasi UU Jaminan Fidusia, PP Ekonomi Kreatif, dan POJK 19/2025
Menakar Kepastian Hukum Kekayaan Intelektual sebagai Agunan Kredit: Harmonisasi UU Jaminan Fidusia, PP Ekonomi Kreatif, dan POJK 19/2025
Januari 29, 2026
Tampilkan Lebih

Artikel Terkait

peran in-house counsel
General

PKPU: Antara Penyelamatan Usaha dan Senjata Negosiasi Kreditur

5 Menit Baca
Registered Foreign Architect RFA
General

Registered Foreign Architect (RFA) di Indonesia: Panduan Lengkap untuk Arsitek Asing

6 Menit Baca
insider trading
General

Menelisik Praktik Insider Trading dan Implikasinya terhadap Tanggung Jawab Manajemen

5 Menit Baca
prinsip separate legal entity dalam hukum korporasi
General

Prinsip Separate Legal Entity dalam Hukum Korporasi Indonesia

4 Menit Baca

Langganan Artikel Terbaru

Dapatkan informasi seputar hukum terkini langsung dari genggaman Anda.

Alamat:
The Kuningan Place IMO 1&2
Jl. Kuningan Utama Lot 15.
Jakarta Selatan, 12960.

Kontak:
+62 831-8797-0175
hello@hukumku.id

Topik Populer

  • Hukum Keluarga
  • Hukum Ketenagakerjaan
  • Hukum Bisnis
  • Hukum Perusahaan
  • Hukum Agraria

Produk

  • Konsultasi Hukum
  • Legal HeroBaru
  • Toko Hukum
  • Hukumku Bisnis
  • Gabung Jadi Mitra

Punya masalah hukum?

Ceritakan permasalahan hukum Anda bersama kami.
Hubungi Kami

Hukumku adalah platform konsultasi hukum online terpercaya yang menghubungkan pengguna dengan mitra advokat profesional di seluruh Indonesia. Dapatkan solusi hukum cepat dan praktis, mulai dari konsultasi via chat, pembuatan dokumen, hingga pendampingan sengketa untuk individu maupun bisnis.

© 2025 PT. Teknologi Legal Bersama

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan

Hukumku adalah platform konsultasi hukum online terpercaya yang menghubungkan pengguna dengan mitra advokat profesional di seluruh Indonesia. Dapatkan solusi hukum cepat dan praktis, mulai dari konsultasi via chat, pembuatan dokumen, hingga pendampingan sengketa untuk individu maupun bisnis.

© 2025 PT. Teknologi Legal Bersama

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
hukumku

Hukumku

Tim Hukumku

Hukumku

Halo, Ceritakan kebutuhan hukum Anda bersama kami.

Powered by Elementor

Chat Sekarang
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?