Sebagai seorang praktisi hukum, saya cukup sering berdiskusi dengan lawyer mengenai perubahan yang terjadi dalam profesi hukum. Bukan hanya mengenai perkara yang mereka tangani, tetapi juga bagaimana teknologi mulai mengubah cara lawyer melakukan riset, bekerja dengan dokumen, berkomunikasi dengan klien, hingga membangun jaringan profesional.
Dari berbagai percakapan tersebut, saya melihat satu hal yang menarik. Banyak lawyer sebenarnya memiliki aset yang sangat besar di luar pekerjaan hukum yang sedang mereka tangani, yaitu pengetahuan, pengalaman, jaringan, dan kepercayaan dari sesama profesional hukum. Di era legal technology seperti sekarang, aset tersebut dapat membuka peluang baru, termasuk peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Salah satu yang sedang kami kembangkan di Hukumku adalah program referral untuk Legal Hero, AI legal research assistant yang kami bangun untuk membantu profesional hukum melakukan riset dengan lebih cepat.
Lawyer Tidak Selalu Harus Menambah Perkara untuk Menambah Penghasilan
Ketika berbicara tentang penghasilan tambahan bagi lawyer, pilihan yang paling mudah dibayangkan biasanya adalah mendapatkan lebih banyak klien atau menangani lebih banyak perkara. Masalahnya, pekerjaan lawyer sangat bergantung pada waktu dan kapasitas.
Satu perkara dapat membutuhkan waktu yang panjang untuk memeriksa dokumen, melakukan legal research, menyusun pendapat hukum, berdiskusi dengan klien, menyiapkan strategi, hingga menjalankan proses persidangan. Menambah perkara berarti menambah pula tanggung jawab dan waktu yang harus dialokasikan.
Karena itu, saya sering berpikir bahwa penghasilan tambahan tidak selalu harus datang dari menambah jumlah pekerjaan. Ada kemungkinan lain yang bisa berasal dari sesuatu yang sudah dimiliki seorang lawyer yaitu pengetahuan mengenai pekerjaannya dan jaringan profesional yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Di situlah saya melihat relevansi program referral Legal Hero.
Mengapa Hukumku Membuka Program Referral Legal Hero?
Legal Hero pada dasarnya kami bangun untuk membantu lawyer dan profesional hukum melakukan legal research secara lebih efisien. Dengan memanfaatkan teknologi AI, proses menemukan dan memahami regulasi maupun putusan pengadilan yang relevan dapat dilakukan dengan lebih terstruktur, sehingga lawyer dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan pencarian informasi.
Namun, Legal Hero bukan dibuat untuk menggantikan peran lawyer. Justru kami melihat AI sebagai alat bantu yang memungkinkan lawyer menghabiskan lebih banyak waktu untuk pekerjaan yang membutuhkan penilaian, analisis, strategi, dan pengalaman profesional.
Prinsip yang kami pegang sederhana: lebih sedikit waktu untuk mencari, lebih banyak waktu untuk berpikir.
Ketika seorang lawyer sudah menggunakan Legal Hero dan merasa produk tersebut bermanfaat, muncul pertanyaan berikutnya: bagaimana jika pengalaman tersebut dibagikan kepada lawyer atau profesional hukum lain yang mungkin menghadapi kebutuhan yang sama?
Dari sinilah program referral Legal Hero kami kembangkan.
Bagaimana Cara Kerja Referral Legal Hero?
Melalui program ini, lawyer atau profesional hukum dapat memperoleh kode referral khusus dari Legal Hero. Kode tersebut kemudian dapat dibagikan kepada jaringan profesional masing-masing, baik melalui media sosial maupun komunikasi langsung dengan rekan seprofesi.
Misalnya, seorang lawyer menggunakan Legal Hero dalam melakukan legal research untuk suatu perkara. Setelah merasakan manfaatnya, ia dapat membagikan pengalamannya melalui LinkedIn, Instagram, WhatsApp, komunitas profesi, atau jaringan lawyer yang dimilikinya.
Ketika seseorang menggunakan kode referral tersebut dan melakukan transaksi Legal Hero, pemilik kode akan mendapatkan komisi sesuai dengan ketentuan program referral yang berlaku.
Dengan model seperti ini, seorang lawyer tidak perlu membangun bisnis baru atau mengambil perkara tambahan hanya untuk mendapatkan sumber penghasilan lain. Ia cukup membagikan sebuah produk yang memang relevan dengan profesinya kepada orang-orang yang kemungkinan juga membutuhkan solusi tersebut.
Tidak Harus Menjadi Influencer
Salah satu kekhawatiran yang mungkin muncul adalah anggapan bahwa program seperti ini hanya cocok untuk lawyer yang aktif membuat konten atau memiliki banyak pengikut di media sosial.
Menurut saya, tidak demikian.
Dalam profesi hukum, jumlah followers bukan satu-satunya bentuk aset. Seorang lawyer mungkin memiliki jaringan yang tidak terlalu besar di media sosial, tetapi mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan rekan seprofesi, organisasi profesi, alumni, komunitas hukum, atau klien yang relevan.
Rekomendasi dari seorang profesional kepada profesional lainnya juga memiliki konteks yang berbeda dengan iklan biasa. Ketika seorang lawyer menjelaskan bagaimana sebuah tools membantu pekerjaan legal research yang memang ia lakukan, orang yang mendengarnya mendapatkan perspektif dari seseorang yang memahami pekerjaan tersebut.
Karena itu, kontennya pun tidak harus dibuat seperti iklan.
Seorang lawyer dapat membagikan pengalaman menggunakan Legal Hero, membuat tutorial sederhana mengenai workflow legal research, atau menjelaskan bagaimana teknologi AI dapat membantu menemukan informasi hukum. Selama kontennya relevan dan dibuat dengan gaya komunikasi yang sesuai dengan personal brand masing-masing, pendekatan tersebut dapat digunakan untuk membagikan kode referral.
Berapa Penghasilan yang Bisa Didapatkan?
Program referral Legal Hero memberikan komisi sebesar 40% dari transaksi yang memenuhi ketentuan program.
Sebagai ilustrasi, apabila paket Legal Hero 1 Month memiliki harga Rp299.000, maka komisi 40% adalah Rp119.600. Sementara untuk paket Legal Hero 1 Year dengan harga Rp2.868.000, komisi 40% adalah Rp1.147.200.
Tentu saja, angka tersebut bukan merupakan jaminan penghasilan. Jumlah yang diterima bergantung pada jumlah transaksi yang dilakukan melalui kode referral serta ketentuan program yang berlaku.
Yang menarik dari model ini adalah seorang lawyer dapat memperoleh komisi tanpa harus mengalokasikan waktu yang sama seperti ketika menangani perkara. Aktivitas referral dapat menjadi bagian dari aktivitas berbagi pengetahuan atau pengalaman profesional yang memang sudah dilakukan.
Mengapa Saya Melihat Ini sebagai Peluang bagi Lawyer?
Ada satu hal yang menurut saya sangat penting dalam profesi hukum yaitu trust.
Seorang lawyer tidak hanya membangun reputasi melalui perkara yang ditangani, tetapi juga melalui hubungan dengan sesama profesional. Ketika seorang lawyer merekomendasikan sebuah legal technology, rekomendasi tersebut datang dari seseorang yang memahami kebutuhan dan tantangan pekerjaan hukum.
Hal ini menjadi semakin relevan ketika teknologi AI mulai masuk ke dalam berbagai pekerjaan profesional. Banyak orang ingin mencoba AI, tetapi masih mencari tahu apakah sebuah tools benar-benar relevan dengan pekerjaan mereka, bagaimana cara menggunakannya, dan apakah hasilnya dapat menjadi bagian dari workflow yang mereka miliki.
Pengalaman dari lawyer lain dapat membantu menjawab pertanyaan tersebut secara lebih praktis.
Karena itu, saya melihat referral bukan sekadar mekanisme pemasaran. Ia juga dapat menjadi bentuk knowledge sharing antarprofesional hukum yang pada saat yang sama memberikan peluang ekonomi bagi orang yang membagikannya.
Masa Depan Profesi Hukum dan Legal Technology
Sebagai CEO Hukumku, saya percaya perkembangan legal technology akan terus mengubah cara profesi hukum bekerja. AI akan semakin banyak digunakan untuk membantu berbagai pekerjaan, termasuk legal research, analisis dokumen, pencarian informasi, dan pekerjaan administratif tertentu.
Tetapi perkembangan tersebut tidak berarti peran lawyer menjadi tidak penting. Justru semakin banyak teknologi digunakan, semakin penting kemampuan lawyer untuk memahami konteks, memverifikasi informasi, menilai risiko, menyusun argumentasi, dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan hukum yang tepat.
Karena itu, saya tidak melihat masa depan profesi hukum sebagai AI versus lawyer. Saya melihatnya sebagai lawyer yang menggunakan teknologi untuk bekerja dengan lebih efektif.
Legal Hero kami bangun dengan perspektif tersebut.
Kami ingin membantu lawyer menggunakan AI sebagai bagian dari pekerjaan mereka, bukan menggantikan keahlian dan tanggung jawab profesional yang mereka miliki.
Dari Lawyer, untuk Lawyer
Pada akhirnya, peluang referral Legal Hero sangat sederhana. Seorang lawyer menggunakan Legal Hero dalam pekerjaannya, memahami manfaatnya, kemudian membagikan pengalaman tersebut kepada orang lain yang mungkin memiliki kebutuhan serupa.
Jika orang tersebut kemudian melakukan transaksi menggunakan kode referral, lawyer mendapatkan komisi sesuai dengan program yang berlaku.
Tidak perlu menambah perkara. Tidak perlu membuka bisnis baru. Dan tidak harus menjadi influencer.
Cukup mulai dari sesuatu yang sudah dimiliki: pengalaman menggunakan sebuah tools, pengetahuan mengenai kebutuhan profesi hukum, dan jaringan profesional yang telah dibangun.
Bagi saya, inilah salah satu bentuk peluang baru yang muncul ketika profesi hukum bertemu dengan teknologi.
Bukan hanya bagaimana teknologi membantu lawyer bekerja lebih cepat, tetapi juga bagaimana lawyer dapat menciptakan nilai baru dari ekosistem profesional yang selama ini telah mereka bangun.
Jika Anda seorang lawyer atau profesional hukum dan tertarik menjadi bagian dari program referral Legal Hero, hubungi tim Hukumku untuk mendapatkan informasi mengenai kode referral dan ketentuan programnya.
Hubungi tim CS di sini.